A-Z MAKANAN BATITA

A-Z pertanyaan seputar makanan batita dapat Anda temukan jawabannya di bawah ini.

Apa yang bisa dilakukan supaya batita gampang makan?

Jadikan acara makan sebagai aktivitas yang menyenangkan. Dudukkan anak di kursi makan (high chair), gunakan peralatan makan yang menarik, umpamanya ada gambar kartun kesukaannya. Berikan makanan yang fresh, hangat dan berasa. Pisahkan nasi dengan lauknya atau menggunakan piring berpenyekat dan berikan dalam porsi kecil. Jangan ada pemaksaan, seperti dicekok, dipencet hidungnya, dicubit dan sebagainya karena akan membuatnya lebih sulit makan lagi besok-besok, akibat pengalaman buruk itu.

Bolehkah batita makan makanan pedas?

Pengenalan rasa diawali dengan rasa manis kemudian asin, setelah usianya satu tahun boleh dikenalkan dengan rasa asam. Pengenalan rasa pedas sebaiknya setelah anak berusia 5 tahunan. Cabai atau merica sebagai sumber rasa pedas tidak mengandung gizi dan kalori yang cukup. Rasa pedas sekadar aroma penambah selera/rasa. Rasa pedas justru bisa menyebabkan iritasi saluran cerna pada anak-anak.

Cukupkah asupan gizi anakku?

Berikut tabel angka kebutuhan gizi untuk batita per hari yang disarankan: 1 tahun 2 tahun
3 tahun Porsi
Kalori yang dibutuhkan 1.000 kal 1.200 kal 1.400 kal
Nasi 260 kal 350 kal 437 kal 3/4 gelas
Lemak hewani 142 kal 142 kal 190 kal 1 ptg 1 ptg
Lemak nabati 40 kal 80 kal 120 kal 1 ptg 1 ptg
Sayur 75 g 75 g 100 g 1 gls 1 gls
Buah 40 kal 40 kal 40 kal 1 ptg 1 ptg
Susu bubuk 30 g 30 g 30 g 1 gls 1 gls
Gula pasir 30 g 30 g 30 g 2,5 sdm 2,5 sdm
Biskuit 2 buah 2 buah 3 buah 3 buah 3 buah
Minyak 90 kal 135 kal 135 kal 3 sdm 3 sdm

Dari mana saja sumber gizi yang dibutuhkan batita?Karbohidrat Nasi, jagung, singkong, roti, mi, kentang, havermout, sagu
Protein hewani Daging sapi, ayam, ikan, keju
Protein nabati Kacang-kacangan, tahu, tempe
Sayur Bayam, buncis, kol, kangkung, oyong dan sebagainya.
Buah Apel, pisang, pepaya
Susu
Gula pasir
Biskuit
Minyak

Etiket makan batita, apa sajakah itu?

Sejak usia batita, di saat anak mulai makan sendiri, etiket makan harus dikenalkan. Berikut di antaranya: makan di meja makan atau high chair untuk batita. Mulai dengan berdoa. Kalau perlu, pasang celemek/serbet makan di dadanya. Gunakan sendok dengan tangan kanan dan garpu dengan tangan kiri. Makan jangan sambil bicara supaya tidak tersedak.

Food jag, apakah itu?

Food jag biasa dialami anak batita. Di usia 1-3 tahun anak hanya menggemari satu jenis makanan saja, umpamanya sejak awal ia dikenalkan pada chicken nugget, karena merasa enak, ia akan meminta makanan itu terus tiap kali makan.

Gizi mikro, apa maksudnya?

Yang dimaksud gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Paling sering dialami anak adalah kekurangan zat besi. Akibatnya anak menderita anemia yang ditandai dengan konsentrasi lemah, lesu, dan apatis. Yang juga sering terjadi adalah kekurangan vitamin A, sehingga penglihatan terganggu karena rabun ayam atau rabun senja.

High chair, apa manfaatnya?

High chair adalah kursi makan yang khusus didesain untuk anak-anak. Di usia batita, anak sedang belajar makan sendiri. Namun, makan di meja makan mungkin terlalu sulit untuknya karena posisinya terlalu tinggi. Dengan menggunakan high chair batita bisa duduk dengan dada sejajar meja makan, sehingga lebih nyaman.

Inginnya hanya makan dengan lauk “seadanya”, sehatkah?

Di usia ini banyak anak hanya mau makan dengan lauk “seadanya”, seperti nasi dengan ceplok telur/nugget/sosis, nasi dengan kecap, nasi dengan kerupuk dan sejenisnya. Tentu saja kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan. Dengan hanya mengonsumsi nasi berlauk “seadanya”, kebutuhan gizi batita jelas tidak tercukupi. Untuk menyiasatinya variasikan menu kegemarannya dengan bahan makanan yang mengandung nilai gizi cukup. Contoh, haluskan daging dengan sayuran kemudian buat perkedel. Bila hanya hanya menggemari kecap, olah tempe, kacang panjang, udang, ayam dengan bumbu kecap. Buatlah makanan dalam bentuk semenarik mungkin sehingga membangkitkan selera makan anak.

Junk food bolehkah dikonsumsi setiap hari?

Junk food banyak dijual dalam bentuk makanan siap saji. Biasanya anak menggemari makanan ini karena rasanya yang gurih serta kebiasaan orangtua mengajak anak menyantapnya di resto siap saji. Konsumsi junk food setiap hari jelas tidak sehat karena makanan seperti itu biasanya padat kalori, tinggi lemak dan garam namun kurang seimbang nilai gizinya. Kalau anak memang menggemarinya, orangtua bisa menyiasati dengan mengolahnya sendiri sehingga makanan yang disajikan lebih sehat, tidak mengandung garam tinggi dan penyedap rasa lainnya.

Kebiasaan menyemburkan makanan, bagaimana mengatasinya?

Beberapa hal bisa menjadi penyebab anak suka menyembur-nyemburkan makanan. Di antaranya, makanan terasa asing di lidah anak, bosan dengan menu itu-itu saja, mencari perhatian, sampai sekadar iseng. Bila dibiarkan saja pertumbuhannya tidak akan optimal karena makanan yang dibutuhkan tubuh lebih banyak terbuang. Selain itu anak jadi tidak belajar menghargai makanan dan terbiasa mencari perhatian dengan cara yang tidak tepat. Cara mengatasinya sesuaikan dengan faktor penyebabnya. Contoh, kalau anak bosan, variasikan menu makanannya; kalau makanan terasa asing, kenalkan secara perlahan dan seterusnya.

Lima prinsip pemberian makan anak, apa sajakah itu?

Batita mulai belajar makan sendiri, menggunakan sendok/garpu sendiri. Selain itu batita juga mulai dikenalkan pada aneka rasa makanan rumah. Supaya semuanya berlancar lancar, ada lima prinsip yang harus dikenalkan, yakni: training (latih anak makan pada tempatnya), entertaining (jadikan acara makan sebagai aktivitas yang menyenangkan), variety (biasakan makan dengan variasi menu sehingga anak tidak bosan), healthy (berikan makanan yang sehat, kalau bisa dimasak sendiri sehingga bebas pewarna dan pengawet), dan jadwal (biasakan anak makan teratur 3 kali sehari).

Mengapa anak batita banyak yang tidak suka makan sayur?

Meski begitu banyak zat-zat bermanfaat yang didapat dari sayur, tapi umumnya batita tidak suka sayur. Bisa jadi karena rasa sayur ada pahit-pahitnya. Belum lagi pemaksaan orangtua supaya anak mau makan sayur, akhirnya membuat anak trauma. Untuk sementara, gantilah makan sayur dengan buah-buahan yang rasanya lebih disukai anak. Fungsi buah dan sayur relatif sama sehingga bisa saling menggantikan. Untuk menyiasatinya, “sembunyikan” sayur dalam berbagai olahan, seperti cake kentang, perkedel wortel, omelet bayam dan sebagainya.

Normalkah anak yang tidak lapar-lapar?

Ini kerap terjadi pada batita, meski jam makannya sudah lewat anak masih anteng bermain. Beberapa hal bisa menjadi penyebab, di antaranya, anak merasa “tersiksa” waktu makan karena orangtua selalu memaksanya makan makanan yang tidak disukainya, anak keasyikan bermain sehingga lupa makan, waktu makannya memang tidak teratur, anak suka ngemil atau banyak minum susu sehingga merasa kenyang meski belum makan makanan utama.

Overweight pada batita, apa maksudnya?

Yang dimaksud overweight pada batita adalah kelebihan 110%-120% dari berat badan normal. Berikut tabel berat badan normalnya:
Usia (tahun) BB anak laki-laki BB anak perempuan
< 1 Sekitar 11 kg Sekitar 10 kg
2 Sekitar 12 kg Sekitar 11 kg
2, 5 Sekitar 13 kg Sekitar 13 kg
3 Sekitar 14 kg Sekitar 14 kg

Picky eater, apa maksudnya?

Picky eater adalah kebiasaan memilih-milih makanan. Kebiasaan ini khas di usia batita. Tip berikut bisa digunakan untuk mengatasinya: dip it (buat saus mayonaise, ajak anak untuk mencelupkan sayuran rebus ke dalamnya), spread it (ajari anak mengoles keju atau selai ke atas roti), drink it (buat minuman yang menyehatkan seperti jus buah, milk shake), package it (cetak makanan/sayur dalam bentuk menarik, sehingga makanan bernutrisi tinggi dapat tersamarkan), share it (sesekali makanlah beramai-ramai dengan mengundang teman/saudara, anak biasanya lebih bersemangat kalau makan ramai-ramai.)

Quick serve, apa maksudnya?

Hidangkan segera makanan yang telah selesai diolah. Pada umumnya orang lebih menyukai hidangan yang masih segar dan hangat, apalagi si batita yang sedang memasuki masa sulit makan. Nasi hangat yang masih mengepul tentu rasanya lebih enak ketimbang nasi dingin yang sudah keras, begitu juga sayuran yang baru matang lebih segar daripada yang sudah dihangatkan beberapa kali.

Rakus kalau makan di luar, apa sebabnya?

Meski biasanya terjadi di atas usia 3 tahun, tapi banyak juga batita yang terlihat “rakus” kalau diajak makan di luar. Penyebabnya antara lain, makanan di restoran biasanya diolah dengan bumbu penyedap dalam jumlah banyak sehingga rasanya lebih “nendang” dibanding makanan rumah. Suasana makan di restoran biasanya lebih menyenangkan. Untuk mengatasinya pindahkan suasana makan di luar itu ke rumah. Sediakan piranti makan yang menarik, sajikan makanan dalam bentuk yang menyenangkan, coba berbagai resep baru dan presentasikan layaknya di restoran.

Susu, seberapa penting di usia batita?

Setelah anak mengonsumsi makanan padat, susu sekadar pelengkap, bukan yang utama lagi. Di usia batita kebutuhan anak tidak cukup kalau hanya dari susu saja, anak juga butuh gizi seimbang dari karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral. Di atas usia satu tahun, susu hanya dianjurkan dikonsumsi 2-4 gelas sehari. Kalau konsumsi makanan kurang, pilih susu berkalori tinggi.

Tak suka nasi, apa harus dilakukan?

Jika batita tak suka nasi, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya. Di antaranya, anak tidak melewati fase pemberian makanan secara baik di usia sebelumnya, atau bisa juga anak tidak suka nasi tanpa bisa dijelaskan alasannya. Orangtua tak perlu cemas kalau si batita tak suka nasi, selama ia masih mau makan sumber karbohidrat lainnya seperti roti, mi, kentang, makaroni dan sebagainya.

Ubah kebiasaan si batita makan sambil jalan, bagaimana caranya?

Bagi batita yang sedang dalam fase eksplorasi, makan sambil jalan-jalan tentulah sangat menyenangkan. Tapi dampaknya anak jadi tidak belajar proses makan dengan benar. Kebiasaan ini dimulai dari usia sebelumnya. Untuk mengubahnya orangtua harus melakukan secara bertahap. Contoh, makan pagi dan siang di rumah, makan sore di taman. Ubah-ubah terus jadwal itu sampai anak merasa sama nyamannya makan di meja makan dan sambil jalan-jalan. Seiring dengan itu biasakan anak ikut makan bersama keluarga di meja makan. Kalau sesekali ia masih jalan-jalan di ruang makan, perbolehkan. Tapi kalau mengajak jalan keluar rumah, jangan dituruti. Bila pola ini dilakukan secara konsisten, anak akan belajar bahwa makan memang seharusnya di meja makan.

Variasi makanan seperti apa yang disarankan untuk batita?

Supaya makanannya cukup bervariasi dan mudah pengaturannya, buatlah siklus menu, contohnya untuk 5 hari. Makanan yang disajikan di hari pertama akan terulang lagi di hari ke-6.Hari ke Contoh menu
1 Aneka sup (sup daging, sup ayam, sup ikan, sup sosis)
2 Aneka cah (cah kangkung, cah brokoli, cah jamur)
3 Aneka gorengan (ikan/ayam goreng, nugget tahu telur)
4 Aneka tumis (tumis udang taoge, tumis tahu/tempe)
5 Aneka panggang (panggang sayuran, ikan panggang)

Wajarkah bila anak batita suka ngemil?

Pada dasarnya camilan dibuat sebagai makanan selingan. Kalau batita terlalu suka ngemil, dikhawatirkan ia sudah merasa kenyang meski belum makan makanan utama. Akibatnya, kebutuhan gizi dan nutrisinya tidak terpenuhi. Camilan berkadar gula tinggi seperti kue-kue manis akan membuat anak terus merasa kenyang. Snack dalam kemasan berasa gurih bisanya mengandung kadar garam yang tinggi sehingga tidak baik bagi kesehatan anak.

Xeroptalmia, apakah itu?

Penyakit mata yang disebabkan kurangnya vitamin A. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin, termasuk vitamin A harus dimulai sejak batita. Vitamin A banyak terkandung dalam buah dan sayur berwarna kuning kemerahan seperti jeruk, pepaya, wortel. Masukkan buah dan sayur dalam menu anak setiap hari.

Yang harus diperhatikan saat menyusun menu untuk batita apa saja?

Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian orangtua, di antaranya:

- Kenalkan hanya satu jenis makanan baru dalam satu waktu makan.

- Sajikan makanan dalam porsi kecil. Kalau masih kurang, nanti boleh tambah setelah porsi pertamanya habis.

- Tunjukkan gambar/foto menu makanan yang menarik dari buku resep, biarkan ia memilih salah satu di antaranya.

- Hindari makanan yang keras seperti kacang kedelai goreng atau daging yang alot karena bisa mengurangi selera makannya.

Zat pewarna, penyedap, pemanis, pengawet, bolehkah dikonsumsi anak batita?

Penggunaan zat pewarna, penyedap, pemanis dan pengawet sebaiknya dihindari. Untuk makanan rumah gunakan bahan-bahan alami, misalnya pewarna dengan menggunakan daun suji, penyedap dengan menggunakan bumbu alami berkualitas sehingga cita rasa masakan terasa sedap meski tanpa bumbu penyedap. Penambahan zat pewarna/pemanis/penyedap/pengawet dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah. Contoh, penyedap MSG menyebabkan gangguan yang dikenal sebagai chinese restaurant syndrome, pemanis menyebabkan batuk, pewarna yang tidak aman bersifat karsinogenik, dan seterusnya.

Artikel terkait:
Mengatasi si kecil yang suka memilih makanan

Melatih anak menyukai makanan sehat

Saat makan saat ceria

Saat makan saat belajar

Senangnya Hatiku Waktu Makan Tiba…

A-Z MAKANAN BATITA

Mengatasi anak sulit makan

34 Responses to A-Z MAKANAN BATITA

  1. maulin says:

    duhhh…. informasinya sangat membantu banget nih. makacih yaaaaa

  2. Tita Pebiyanti says:

    Dear mbak emphie,
    Pucuk dicinta ulam tiba, saya bunda dari Daffa (16 bulan) yang lagi sulit2nya makan, makanan dipilih, kalau ga suka malah diemut, dilepeh…hiks; sedih. yang bikin bingung, yang dia suka itu malah camilan yang manis manis, jelas saya jadi khawatir sama gizi & giginya. postingan mbak emphie bantu jawab kebingungan saya, bikin saya jadi lebih semangat.. makasih ya mbak. wish me luck yaa..

  3. nisa's mom says:

    saya ibu rumah tangga
    anak saya umur 7 bulan
    saya masih memberikan asi karena asi saya banyak
    tapi saya juga memberi makanan padat
    saya mau tanya bagaimana jadwal makan yang baik untuk anak saya
    dan variasi menu makanan untuk anak 7 bulan
    makasih

    • emphie says:

      berdasarkan pengalaman jadwal pemberian makan bayi seperti ini jam 6 pagi(sarapan), jam 10 (cemilan), jam 12 (makan berat), jam 15. Klo berdasarkan yang saya baca dari buku atopun internet tidak seperti itu, semuanya saya sesuaikan saja.

  4. Indri says:

    Trimakasih mb. Artikelnya bisa nambah pengetahuanku untuk ngatur menu makannya Aretta 17 bl.

  5. Rita says:

    Ruar biasa…,,,
    Trims artikelnya mb’….
    Tapi ada yg mo ta’tanyakan,:
    sejak usia barapa asupan protein bisa dikenalkan pd bayi ?

    • emphie says:

      sama2…
      setahu saya dari beberapa artikel yang pernah dibaca, protein mulai bisa diperkenalkan mulai anak satu tahun sebab dikhawatirkan terjadi alergi pada anak.
      Tapi berdasarkan pengalaman anak saya kurang dari 1 tahun sudah diperkenalkan makanan berprotein, karena tidak ada riwayat alergi (saya dan suami) alhamdulillah aman…

  6. febrita says:

    Terima kasih ats artikelnya..waduh saya jd merasa bersalah dn gagal jd ibu pas baca ulasan paling atas, karena saya suka pencet hidung anak saya klw dia ga mau makan. pas mulutnya buka lansung saya cekoki..dia tambah ga mau makan, setiap liat nasi dia lansung melihat mata saya dengan pandangan was-was. asli baru tau apa arti tatapan itu,mungkin dia trauma,krn waktu dicekoki pernah muntah jg.saya jadi menyesal sekali, niat hati saya biar perutnya ada isinya.krn dia susah sekali makan, tp malah membuat dia muntah.saya sebenarnya udah atur klw menjelang jam makan nya setidaknya sejam atau 1.5 jam sebelumnya dia ga makan apa2.tapi tetap saja dia sulit makan.umur anak saya itu 1 tahun sekarang, berat nya sekitar 10 kg

    • emphie says:

      memang susah klo udah ngomongin anak susah makan…
      saya kira saya ga akan ngalamin hal itu, dari 6 bulan sampe 1 taun ga hambatan, anak makan lahap terus. eh… stelah satu tahun teryata saya juga mengalami hal yang sebagian besar ibu2 juga alami ANAK SUSAH MAKAN. Berat badan bukannya naik malah turun. sampe kepirikan takut anak kena gizi buruk…
      Ternyata selidik punya selidik, klo anak saya susah makan pasti ada yang kurang nyaman dibagian mulut dan saluran pencernaannya (radang, tumbuh gigi, batuk pilek).
      Intinya sebagai orang tua memang qta harus extra sabar dan telaten, cari tau penyebab anak susah makan, dan makan dalam suasana menyenangkan…

  7. Lena gunako says:

    tengqiyu… buangeeet info nya….
    saya jd banyak tahu menu apa yg baik buat buah hati ku…
    tapi ada yg mengganjal d hati ku….
    moga aja emphie bs membantu mengurangi ganjalan d hati ku..heheehh….
    anak ku skrg berusia 14 bulan…dan sdh tumbuh gigi 4, sampai sekarang anak ku masih makan bubur tim kalo di kasi nasi pecah 3 aja dy ga mau makan…intinya dy malas mengunyah…tp kalo ngemil seneng makanan yg bertekstur padat.
    Gimana donk mbak caranya supaya anak mau makan nasi…????

    • emphie says:

      klo menurut teori dari artikel yang pernah saya baca, emang sih katanya anak satu taun udah bisa dikasi makanan kluarga sama seperti yg qta makan… tp kenyataannya ga gitu kan? anak saya juga dulu juga gitu, sampe staun stengah makanannya masih di blender+makanan instan. tapi lama2 dia jadi ga mau makanan yang lembek2 n makanan instan dan lebih memilih nasi. skarang udah 21 bulan malah senengnya makan nasi tanpa pake apa2 (ngemil nasi)
      Jadi kesimpulannya klo berdasarkan pengalaman saya, anak ga dipaksa juga nanti dia mau sendiri. Dicoba aja terus…

  8. anjar says:

    makasih banget atas sarannya, anak saya sasya usia 1,5 tahun punya kebiasaan makan aneh, awalnya dia mulai makan nasi sejak umur9 bulan,nasi lembek sama aneka sayur, usia 1 th pernah dia gak mau makan sama sekali sampe i bulan,bubur juga g mau. setelah 1 bulan g mau makan dia mau makan lagi nasi sengan sayur yang berkuah, bergagai macam lauk dia ga mau dan sekarang dia cm mau makan nasi putih, sayur berkuah sama lauk g mau, kalupun lauk mau dimakan lauk aja g dicampur sama nasi,apa yang harus aku lakukan????tolong sarannya,trims

    • emphie says:

      persis sama seperti yang saya alami. pas 15 bulan anak saya juga seperti itu, hampir 1 bulan ga mau makan apa-apa sampe kliatan badannya jadi mengecil karena berat badannya turun.
      udah di cari tau penyebabanya kenapa?? klo anak saya sih waktu itu karena lagi tumbuh gigi, gigi yang nongol langsung 7. Saya juga nyadarnya belakangan. pantes aja, jangan kan anak kecil qta juga klo di mulut ada masalah jadi ga enak makan, bener ga?
      Klo emang skarang dia seperti itu, gini aja mba makannya nasi putih aja dulu beberapa saat kemudian baru lauknya, jadi makannya emang di pisah.. trus ga usah banyak2, sedikit2 tapi sering misalnya stengah jam 2 suap, stengah jam lagi 2 suap di selang seling sama lauknya. Emang sih kayaknya ribet, tapi mau gimana lagi, namanya juga usaha… anak saya kadang juga seperti itu ko.

      bisa juga di baca artikel di alamat ini http://dranak.blogspot.com/2007/02/kesulitan-makan-pada-anak.html lumayan nambah wawasan.

      ato pake cara hipnosis, dibuku nya pa ariesandi judulnya hypnoparenting ada tuh saya juga lagi praktekin.

  9. nova says:

    thx bgt inf.nya mba…
    boleh tanya juga ya..
    putraku darell 18 bln, jam makannya agak aneh…ga pernah teratur…
    Makan pagi bisa jam 10,siangnya jam 2an,trus malemnya bisa jam 8an, klo bukan pd jam itu dia ga mau buka mulut klo disodori mkn.
    Gimana dgn ini ya mba..
    Trus,tepatnya umur brp mulai mggnakan high chair ya
    Trimakasi

    • emphie says:

      ya berarti teratur nya jam segitu mungkin mba, sarapan nya jam 10 makan siang nya jam 2 dan makan malamnya jam 8. klo mba khawatir dia kelaperan kasih cemilan aja dulu, misalnya kue ato biskuit.
      untuk menggunakan high chair mohon maaf ya mba, saya harus cari informasi dulu biar informasi yang diberikan benar, soalnya anak saya ga pake highchair.

  10. pipit says:

    terimakasih mb, atas infonya….
    pas bgt dengan kondisianak saya sekarang, td aja timbang beratnya masuk garis kuning(KMS) karena hampir 1 bulan ini gak mau makan, dikasih maka di lepehin…ampe stress saya..tapi alhamdulillah beberapa hari ni saya beri Quaker oat (ditambah sari kurma/susu/keju), makan nya jadi mau… boleh aja kan usia 1tahun 2 minggu diberi makan tersebut???? kalo buah sih mau aja asal gak di juss…

  11. ika says:

    assalam mu’alaikum….
    mau berbagi info nih…
    sama tuh ma anak saya yg berumur 15 bulan……sejak umur 1 th susah bgt makannya tp akhirnya sy priksa ke dokter baru ketahuan kalo anak saya kena plek…
    tadinya saya g percaya, tp setelah liat hasil lab, dan hasil rogsen baru percaya deh…..sekarang dalam masa pengobatan….
    ciri- cirinya yang pokok ada 4, yaitu :
    - kalau tidur malam hari keluar keringat terus walau hawanya dingin…
    - ada benjolan di bawah/belakang telinga, seperti kelenjar
    - susah makan atau makan banyak tapi gak gemuk2
    - sering panas tp gak jelas kenapa….tau2 sembuh sendiri…
    demikian infonya moga bermanfaat.
    wassalam…

    • emphie says:

      waalaikumsalam wr wb…
      Makasih banyak infonya, pastinya sangat bemanfaat untuk saya juga yang lain…
      Ditunggu info2 berikutnya .
      Salam kenal ya ;)

  12. [...] Comments emphie on A-Z MAKANAN BATITAika on A-Z MAKANAN BATITApipit on A-Z MAKANAN BATITAemphie on A-Z [...]

  13. ika irawati says:

    Wah,terimakasih sekali infonya…anak saya memang susah sekali makan.Senangnya hanya minum susu.

  14. [...] dan membaca artikel yang tersedia di blog ini. Ini terlihat dari adannya komentar untuk artikel dari A-Z makanan balita, memang tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata masalah yang hapir dialami seluruh ibu yang memiliki [...]

  15. Nauli - mommy Kayla says:

    Terima kasih infonya sangat membantu..Kayla tahun kalau makan hanya 6-10 suap. Itu pun maunya pakai tangan mama (disuapin), gak mau pakai sendok. Mohon saran.
    Nasi juga tidak terlalu mau, nasi harus dicampur dengan kentang goreng (wajib) baru tambah lauk dan sayur. Dan tidak suka makanan berkuah..mamanya jadi pusing, padahal sudah ganti-ganti menu.
    Kalau buah, tidak perlu disuru langsung nganga..BB 9,8 kilo. mohon sarannya..
    Supaya makannya normal.

  16. Rimansyah says:

    luaaaaarrr….biasa…!!! two thumbs deh. thanks infonya.

  17. indri says:

    subhahanalloh…artikelnya membantu sekali…
    trimakasih ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>