Ekspresi Emosi Batita-2

Topics: , , , , , , , , ,

Profit Sender

ekspresi emosi batita

ekspresi emosi batita


Lanjutan ekspresi emosi batita-1

4.Perhatian secara personal
Batita selau menuntut perhatian secara personal sebaba di usia ini anak sedang berada dalam fase egosentris. Ia ingin semua menjadi miliknya dan hanya untuk dirinya. Sekedar mendaptkan perhatian sekali atau sambil lalu tentuk tak cukup baginya, ia akan berusaha memastikan bahwa orangtua memberikan perhatian padanya.

Contoh sikap:
Minta perhatian saat orangtua menelpon, sekedar untuk menunjukaan mainan yang sama berkali-kali.
Respon yang tepat:
Berikan perhatian secukupnya. Tunjukkan bahwa orangtua sudah tahu maksudnya dan sekarang sedang mengerjakan hal lain. Kalau ingin menunjukkan sesuatu, nanti ada waktunya lagi. ” Oh, iya sayang, bonekanya bagus ya, tapi sekarang mama telepon dulu. Nanti selesai telepon baru kita main lagi. Sekarang ade duduk dulu di sini, disebelah Mama.”

5. Keras Kepala
Seperti sudah dijelakan sebelumnya, di usia ini anak sedang berada pada fase egosentris. Anak maunya menag sendiri dan keras kepala. Apa yang sudah jadi keinginannya seakan tak terbantahkan. Ini adalah bagian dari perkembanga yang wajar, tiap anak pasti mengalaminya.
Contoh sikap:
Melihat orangtuanya makan sesuatu, anak memaksa meminta. Padahal sudah dijelaskan kalau yang dimakan itu pedas, misalnya, tapi tetap saja ia keras kepala. Begitu diberikan sedikit, langsung dilepehnya karena pedas.
Respon yang tepat:
Sesekali biarkan anak merasakan apa yang diinginkannya selama tidak membahayakan, misalnya rasa pedas seperti contoh diatas, dingin, panas dan sebagainya. Dengan merasakan langsung biasanya anak jadi kapok. Selain itu latih terus kemampuannnya untuk bersosialisasi, berbagi, mengantre, bergiliran dan sebagainya. Latihan-latihan ini bermanfaat untuk mereduksi keras kepalanya.

6. Mood Gampang Berubah
Anak Batita sangat moody. Mudah baginya berganti suasana hati dalam waktu sekejap. Di usia ini anak mulai sadar bahwa dirinya adalah individu yang terpisah dari orangtuanya sehingga segala sesuatunya ingin dilakukan sendiri. Sementara di sisi lain, kemampuannya masih sangt terbatas. Dua hal ini sering kali membuat suasana hatinya gampang berubah.
Contoh sikap:
Belum kering air mata karena menangis minta susu, setelah susunya diberikan ia bisa tertawa geli.
Respon yang tepat:
Selalu bersikap tenagn dan senantiasa memberikan jalan keluar atas masalah yang sedang dialaminya. Kenali tangisan anak, misalnya karean lapat dan ingin susu, segera berikan. Dengan demikian ia tak menjadi frustasi karena keinginannya tidak terpenuhi.

7.”Caper” alias Cari Perhatian
Ini adalah salah satu ekspresi emosi yang khas dimiliki batita. Ia senang sekali “pamer” kemampuan. Padahal sesuai tahapan perkembangannya, ada saja kemampuan baru yang dikuasainya hampir setiap hari. Jadilah anak terlihat senang cari perhatian alias “caper”
Contoh sikap:
Ia sudah bisa makan sendiri, ia akan menunjukkan pada siapa saja yang datang ke rumah akan kebisannnya yang baru ini. Begitu juga saat bisa menggambar sesuatu, mengoperasikan mainan barunya dan sebagainya.
Respon yang tepat:
Siapkan diri untuk menjadi penonton yang baik dan jangan pelit pujian. Asah terus kemampuan anak supaya makin sempurna. Berikan contoh bagaimana melakukan segala sesuatunya dengan benar.

dari berbagai sumber

2 thoughts on “Ekspresi Emosi Batita-2

  1. Pingback: Ekspresi Emosi Batita -1 | MamaCerdas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>