<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MamaCerdas.com</title>
	<atom:link href="http://mamacerdas.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mamacerdas.com</link>
	<description>berbagi... menginspirasi...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 22:38:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Tahapan Metoda Glenn Doman</title>
		<link>http://mamacerdas.com/tahapan-metoda-glenn-doman/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/tahapan-metoda-glenn-doman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 16:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[anak membaca]]></category>
		<category><![CDATA[flahcard]]></category>
		<category><![CDATA[glenn doman]]></category>
		<category><![CDATA[tahapan metoda glenn doman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1109</guid>
		<description><![CDATA[Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak: 1. Sikap dan pendekatan orang tua Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali. Belajar adalah: - Hadiah, bukan hukuman - Permainan yang &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/02/bermain-flashcard2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1111" title="tahapan metoda glenn doman" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/02/bermain-flashcard2-300x183.jpg" alt="tahapan metoda glenn doman" width="300" height="183" /></a>Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:<br />
1. Sikap dan pendekatan orang tua<br />
Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.</p>
<p>Belajar adalah:<br />
- Hadiah, bukan hukuman<br />
- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja<br />
- Bersenang-senang, bukan bersusah payah<br />
- Suatu kehormatan, bukan kehinaan</p>
<p>2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tahapan Mengajar</strong><br />
Cara mengajar anak membaca sangatlah sederhana dan mudah. Apakah mulai mengajar anak yang masih bayi atau berusia 3 tahun. Cara mengajar dan tahapan membaca yang digunakan sama saja</p>
<p><strong>Tahap pertama: Kata-kata tunggal</strong><br />
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata tunggal. Pilih kata-kata tunggak yang akrab dengan kehidupan anak, misalnya nama-nama anggota keluarga (mama, papa, kakak, adik,dll), nama-nama anggota tubuh (mata, hidung, rambut, kaki, dll) Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.</p>
<p>Ancaman<br />
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. &#8220;Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat&#8221;</p>
<p>Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:<br />
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.<br />
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.</p>
<p><strong>Tahap Kedua: gabungan 2 kata</strong><br />
Tahap berikutnya adalah memperkenalkan gabungan dua kata. Pengenalan gabungan dua kata ini merupakan langkah penting karena ini awl si kecil mengenal kalimat. Gabungan dua kata ini akan membantu si kecil melangkah ke tahap berikutnya dengan lebih mudah.<br />
Gabungan kata-kata ini akan mudah dipahami anak yang sudah mengena kata-kata itu sebagai kata tunggal, misalnya rambut hitam, baju mama, dll.</p>
<p><strong>Tahap ketiga: Kalimat sederhana</strong><br />
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.<br />
Setelah memperkenalkan gabungan kata dengan kontinue dan melihat si kecil antusias, bisa dialanjtkan ke tahapan pengenalan kalimat sederhana, sebuah kalimat yang terdiri dari gabungan kata yang sudah diajarkan sebelumnya</p>
<p>ibu sedang memasak</p>
<p>adik sedang membaca</p>
<p>kakak sedang makan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tahap keempat: Kalimat panjang</strong><br />
Setelah anak cukup menguasai kalimat-kalimat sederhanan yang umumnya  berbentuk pendek, hanya terdiri dari 3 gabungan kata, anak bisa mulai diperkenalkan pada kalimat yang menyatakan pemikiran yang lebih lengkap.</p>
<p>ibu sedang makan sebuah pisang</p>
<p>kakek sedang menyiram tanaman</p>
<p>kakang sedang duduk memeluk boneka</p>
<p><strong>Tahap kelima: buku-buku</strong><br />
Anda sudah melewati serangkaian proses pembelajaran membaca, dari mulai pengenalan kata tunggal, gabungan kata, kalimat sederhana sampai kalimat dengan lima atau 6 kata. Langkah selanjutnya yang menjadi intinya adalah membaca buku. Anak sudah siap untuk membaca buku yang sebenarnya. Kemampuannya untuk menguasai kata-kata tunggal dengan tulisan yang besar, susunan kata-kata, ungkapan dan kalimat. Sekarang saatnya si kecil harus mampu membaca tulisan yang lebih kecil dan jumlah kata yang lebih banyak di setiap halaman buku. Ingatlah ketika Bapak-Ibu mengajarkannya membaca sebenarnya Anda telah menumbuhkan daya penglihatannya, sama seperti latihan olahraga membesarkan otot lengan.</p>
<p>Kunci Keberhasilan<br />
1. Menyenangkan<br />
2. Tidak  memaksa anak<br />
3. Santai<br />
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu<br />
5. Bergembiralah<br />
6. Ciptakan cara baru<br />
7. Jawablah semua pertanyaan anak<br />
8. Berilah buku bacaan yang bermutu<br />
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yang  luar biasa tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/tahapan-metoda-glenn-doman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajar Bayi Membaca (Metode Glenn Doman)</title>
		<link>http://mamacerdas.com/mengajar-bayi-membaca-metode-glenn-doman/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/mengajar-bayi-membaca-metode-glenn-doman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 12:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[bayi membaca]]></category>
		<category><![CDATA[glenn doman]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar bayi membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emphiesrf.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Empat tahun yang lalu, tepat dibulan saya melahirkan anak saya yang pertama (April 2008), saya baru tahu bahwa&#8230; ternyata membaca bisa diajarkan sedini mungkin, bahkan sejak bayi dilahirkan. Masa iya sih? Seingat saya, saya baru mulai belajar membaca, ketika usia 6 tahun (kelas 1 SD). &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2008/12/bermain-fc2.jpg"><img class="alignleft" title="Mengajar anak membaca metoda glenn doman" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2008/12/bermain-fc2-251x300.jpg" alt="Mengajar anak membaca metoda glenn doman" width="156" height="187" /></a>Empat tahun yang lalu, tepat dibulan saya melahirkan anak saya yang pertama (April 2008), saya baru tahu bahwa&#8230; ternyata membaca bisa diajarkan sedini mungkin, bahkan sejak bayi dilahirkan. Masa iya sih? Seingat saya, saya baru mulai belajar membaca, ketika usia 6 tahun (kelas 1 SD).</p>
<p>Boleh tuh dicoba? Pikir saya waktu itu&#8230;. Akhirnya dengan modal tiga puluh empat ribu rupiah saya <a target="_blank" href="http://flashcardglenndoman.com/pesan-kartu-pintar" target="_blank">membeli</a> <a target="_blank" href="http://flashcardglenndoman.com/produk" target="_blank">flashcard (kartu baca)</a>alat bantu yang digunakan untuk mengajar anak membaca menggunakan Metoda Glenn Doman dan memainkannya  hanya kurang lebih 1 menit/hari.  Beberapa bulan kemudian&#8230;<br />
Seperti yang sudah saya tulis <a href="http://mamacerdas.com/mengajar-anak-membaca-sejak-dini/" target="_blank">sebelumnya</a>, anak saya bisa membaca di usia 20 bulan. Sekarang usianya hampir 4 tahun, anak saya sudah piawai membaca apasaja, bahkan kata-kata yang tidak saya ajarkan sebelumnya. Luar biasanya otak anak bekerja.</p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p><strong>Apa sih metoda Glenn Doman itu?<br />
</strong><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2008/12/glenn-doman.jpg"><img class="wp-image-1112 alignright" title="glenn doman" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2008/12/glenn-doman.jpg" alt="glenn doman" width="184" height="137" /></a>Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia Pennsylvania, Amerika  adalah pendiri The Institutes for the Achievement of Human Potential. Hasil penelitiannya bertahun-tahun ternyata menunjukkan bahwa bayi memiliki kemampuan belajar yang luar biasa daripada yang kita bayangkan.<strong></strong><br />
Tujuan <a target="_blank" href="http://flashcardglenndoman.com/" target="_blank">Metode Glenn Doman</a> sangat sederhana, yaitu menumbuhkan dan menanamkan kecintaan belajar pada bayi dan anak-anak kecil.<br />
Dalam metoda ini stimulasi terus diakukan secara terus-menerus oleh orang tua. Artinya, balita secara langsung di bawah pengawasan orang tua. Dengan cara ini pula  akan selalu terjalin hubungan yang harmonis antara orang tua dan balita.<br />
Metoda Glenn Doman selalu memandang balita sebagai balita yang potensila. tidak heran berbagai upaya dilakukan agar kemampuan otak menjadi optimal. Itu sebabnya metoda ini wajib dikehatui secara baik oleh para orang tua. Glenn Doman menekankan bahwa belajar dan menyerap informasi adalah fungsi otak. Balita mudah menyerap informasi  dan melakukannya dengan penuh kegembiraan.</p>
<p>Membaca adalah masuknya informasi  ke dalam otak, otak balita  begitu cepat menyerap informasi (makin kecik, makin cepat), maka mengajarkan membaca seharusnya dilakukan sejak dini  sebelum balita mampu berbicara. Dengan begitu, ketika balita sudah mampu berbicara, ia sudah memiiki begitu banyak informasi yang ada di otak nya sehingga kosa kata lebih kaya dan otaknya menjadi terlatih menerima masuknya informasi.</p>
<p>Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian &#8220;Bagaimana otak anak-anak berkembang?&#8221;. Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.</p>
<p>Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.</p>
<p>Penelitian tentang Otak Anak<br />
Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia &#8216;melihat&#8217; atau &#8216;mendengar&#8217; sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.</p>
<p>Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(disarikan dari berbagai sumber)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/mengajar-bayi-membaca-metode-glenn-doman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajar Anak Membaca Sejak Dini</title>
		<link>http://mamacerdas.com/mengajar-anak-membaca-sejak-dini/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/mengajar-anak-membaca-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 15:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[anak membaca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Flashcard]]></category>
		<category><![CDATA[glenn doman]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah  orangtua yang mengajarkan anak membaca sejak dini. Saya mulai mengajarkan anak pertama (Fatih) membaca saat usia 7 bulan dengan bantuan Flashcard menggunakan metoda Glenn Doman. Ternyata di usia 20 bulan, Fatih sudah bisa membaca, walaupun saat itu kata-katanya masih kurang jelas. Usia 23 &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah  orangtua yang mengajarkan anak membaca sejak dini. Saya mulai mengajarkan anak pertama (Fatih) membaca saat usia 7 bulan dengan bantuan <a target="_blank" title="flashcard" href="http://www.flashcardglenndoman.com/produk" target="_blank">Flashcard</a> menggunakan <a title="glenn doman" href="http://mamacerdas.com/mengajar-bayi-membaca-metode-glenn-doman" target="_blank">metoda Glenn Doman</a>. Ternyata di usia 20 bulan, Fatih sudah bisa membaca, walaupun saat itu kata-katanya masih kurang jelas. Usia 23 bulan pembendaharaan katanya semakin banyak dan ucapannya semakin jelas, ternyata fatih sudah bisa membaca hampir 200 kata. Luar biasa, itu yang saya rasakan. Ada ketakjuban dan kepuasan yang tak terhingga menyaksikannya…</p>
<p><span id="more-1102"></span></p>
<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/02/baca-buku.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1103" title="Mengajar anak membaca sejak dini" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/02/baca-buku-300x210.jpg" alt="Mengajar anak membaca sejak dini" width="180" height="126" /></a>Usia 3 tahun, ternyata <a href="http://mamacerdas.com/fatih-ahmad-haidar/" target="_blank">Fatih</a> sudah bisa membaca kalimat panjang seperti  membaca judul-judul buku yang dimilikinya, judul artikel di koran atau majalah dan isi buku yang tulisannya besar dan kalimatnya tidak terlalu panjang. Sekarang usianya hampir 4 tahun dan Fatih sudah makin lancar membaca apa saja apa yang dilihatnya <img src='http://mamacerdas.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kemampuan Fatih membaca di usia Fatih di usia yang masih balita, tentu saja tidak semata-mata kami hanya mengajarkan membaca dengan metode Glenn Doman saja, tapi didukung dengan hal-hal lain. Misalnya sering membacakan buku kapanpun (khususnya sebelum tidur), secara berkala mengunjungi toko buku atau pameran buku, menempatkan buku di setiap sudut ruangan rumah kami, dan tentu saja yang paling penting, contoh dari orang tuanya (melihat kami yang juga suka membaca). Kami menekankan bahwa membaca lebih baik dari pada menonton, membeli buku lebih baik daripada membeli mainan.  Dan ternyata ketika diarahkan seperti itu, tidak sulit untuk anak bisa membaca dan tentu saja tidak sulit juga untuk anak suka buku suka membaca…</p>
<p>Harapan kami sebagai orangtua adalah bagaimana kita bisa mengajarkan anak-anak  membaca sejak dini tidak semata-mata hanya ingin anak kami bisa membaca tapi lebih dari itu, anak-anak tumbuh menjadi anak yang suka dan cinta membaca. Biarkan anak-anak tumbuh ditemani oleh buku-buku dan bacaan berkualitas bukan dengan tontonan/TV yang semakin tidak berkualitas dan merusak moral. Biarkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang jauh lebih berkualitas dengan suka membaca.</p>
<p>Yuk ajarkan anak membaca sedini mungkin, agar anak menjadi lebih cerdas. Untuk membentuk generasi Muda Indonesia yang lebih berkualitas karena suka membaca.<br />
Kecerdasan otak IQ memang bukan segalanya, ada banyak kecerdasan lain yang sangat penting untuk dikembangkan. Namun dengan otak yang cerdas, anak dapat belajar lebih cepat dan percaya diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/mengajar-anak-membaca-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Usia 40 Tahun</title>
		<link>http://mamacerdas.com/misteri-usia-40-tahun/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/misteri-usia-40-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 15:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[misteri umur 40 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[teh ninih muthmainnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti sebelum-sebelumnya, pengajian kali ini diadakan di Mesjid Al Qomariah (tepat berada di depan rumah Teh  Ninih).  Karena ternyata,  jemaah pengajian semakin banyak dan tentu saja mengejar keutamaan untuk memakmurkan mesjid. Siapapun boleh hadir di pengajian ini, bagi pembaca sekalian yang ingin menuntut ilmu, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seperti sebelum-sebelumnya, pengajian kali ini diadakan di Mesjid Al Qomariah (tepat berada di depan rumah <a href="http://mamacerdas.com/teh-ninih-muthmainnah/">Teh  Ninih</a>).  Karena ternyata,  jemaah pengajian semakin banyak dan tentu saja mengejar keutamaan untuk memakmurkan mesjid.<br />
Siapapun boleh hadir di pengajian ini, bagi pembaca sekalian yang ingin menuntut ilmu, dan bersiaturahmi dengan  The Ninih,  bisa datang setiap hari senin pukul 09.00 sampai 11.30 ke Mesjid Al Qomariah Kompleks Bumi Sari Mukti Cibaligo Cihanjuang Bandung Barat.</p>
<p><span id="more-1084"></span></p>
<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/40.jpg"><img class="wp-image-1092 alignleft" title="Misteri Usia 40 Tahun" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/40.jpg" alt="Misteri Usia 40 Tahun" width="124" height="124" /></a></p>
<p>Materi yang dibahas kali ini mengenai <a href="http://mamacerdas.com/misteri-usia-40-tahun">Misteri Usia 40 Tahun</a>. Ada apa dengan usia 40 tahun ini?  Pepatah Barat Mengatakan “Live Begin at forty”. Bahkan   Muhammad pun mengemban misi kenabian saat beliau berusia 40 tahun.</p>
<p>Umur 40 tahun adalah Usia yang matang bagi seseorang dalam berfikir dan bertindak oleh karena itu mudahlah dimengerti jika batas nasib seseorang ditentukan saat mencapai umur 40 tahun. Jika sampai pada umur tersebut orang tersebut masih saja berbuat dosa dan maksiat maka dipastikan orang tersebut telah memiliki Tiket ke Neraka karena Secara sadar ia sudah berfikir, mengerti dan paham bahwa perbuatan dosa dan maksiat yang ia lakukan adalah salah akan tetapi tetap  saja  maksiat masih  dilakukan.</p>
<p>QS AL-Ahqaf ayat 15:<br />
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai <strong>empat puluh tahun </strong>ia berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri&#8221;.</p>
<p>Doa dalam ayat diatas sangat dianjurkan untuk dibaca oleh meraka yang menginjak usia 40 tahun. Mengapa? Atas nikmat yang sempurna telah diterimanya dan diterima oleh orang tuanya, kecenderungan diri untuk beramal yang positif, rumah tangga yang beranjak harmonis, kecenderungan diri berbuat dan kembali kepada Sang Pencipta, dan ketegasannya mendeklarasikan diri sebagai pemeluk agama islam.<br />
Jadi sudah seharusnya bila seseorang pada umur 40 tahun untuk :</p>
<ol>
<li>Berbuat lebih baik kepada kedua Orang tua, karena atas perjuangannya kita bisa menjadi seperti sekarang ini.</li>
<li>Mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita dengan banyak berbuat baik dan beramal saleh yg diridhoi oleh Allah SWT dan menambah amalan dalam beribadah.</li>
<li>Bertaubat dan berserah diri yang artinya tidak berbuat dosa dan maksiat serta berserah diri bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepadaNya.</li>
</ol>
<p>Tentu saja tidak harus menunggu sampai 40 tahun untuk melakukan itu semua. ” Nasib Baik dan Buruk kita bukan tergantung pada orang lain tapi tergantung pada diri kita sendiri” Oleh karena itu bersegeralah untuk mengubah nasib kita baik di Dunia maupun di Akhirat dengan Warning : UMUR 40 TAHUN</p>
<p>Sesuai dengan Firman Allah dalam Surat. Aali-Imran ayat 133 :</p>
<p>“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133) .</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/misteri-usia-40-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MPASI: Metoda BLW (Baby Led Weaning)</title>
		<link>http://mamacerdas.com/mpasi-metoda-blw-baby-led-weaning/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/mpasi-metoda-blw-baby-led-weaning/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 16:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[baby led weaning]]></category>
		<category><![CDATA[blw]]></category>
		<category><![CDATA[finger food]]></category>
		<category><![CDATA[mpasi]]></category>
		<category><![CDATA[wied harry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau disingkat menjadi MPASI mulai diberikan pada bayi berusia 6 bulan.  Namanya juga pendamping, berarti tetap yang utamanya adalah ASI atau air susu ibu. Biasanya MPASI diberikan secara bertahap, dimulai dengan makanan yang bertekstur halus berbentuk puree atau agak cair, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/blw.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1071" title="baby led weaning" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/blw-300x225.jpg" alt="baby led weaning" width="240" height="180" /></a>Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau disingkat menjadi MPASI mulai diberikan pada bayi berusia 6 bulan.  Namanya juga pendamping, berarti tetap yang utamanya adalah ASI atau air susu ibu. Biasanya MPASI diberikan secara bertahap, dimulai dengan makanan yang bertekstur halus berbentuk puree atau agak cair, kemudian makanan yang dihancurkan dan lebih kaku/kental, dan dilanjutkan dengan makanan yang berbentuk potongan kecil atau dikenal dengan istilah <em>finger  foods</em>.</p>
<p><span id="more-1070"></span></p>
<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/blw1.jpg"><img class=" wp-image-1072 alignright" title="baby led weaning" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/blw1.jpg" alt="baby led weaning" width="130" height="140" /></a>Tetapi ternyata ada metode lain pemberian MPASI pada Bayi yaitu metode <a title="Baby Led Weaning" href="http://mamacerdas.com/mpasi-metoda-b…by-led-weaning/">Baby Led Weaning (BLW)</a>. BLW dipopulerkan oleh Gill Rapley &amp; Tracey Murkett dimana BLW ini memberi kesempatan pada bayi  makan sendiri sejak awal proses penyapihan. Yang dimaksud menyapih di sini bukan menghentikan pemberian ASI seketika, tapi mulai mengurangi porsi ASI secara bertahap dan menambahkan porsi makanan sedikit demi sedikit, atas &#8216;kehendak&#8217; bayi.<br />
Dengan BLW ini bayi tidak diberikan bubur atau pure dan tidak disuapi tetapi bayi diberikan kesempatan untuk mengambil makan sendiri dan memakan makanan sendiri. Makanan yang disediakan berupa makanan jemari (finger food) atau makanan yang bisa dipegang oleh bayi.</p>
<p>Menurut Wied Harry A di milis Gizi_bayibalita:  &#8220;manfaat metoda ini, mendorong kemandirian bayi untuk makan. Namun para ortu hendaknya tetap hati-hati, karena porsi makan yang masuk harus dikontrol betul. Karena itu, bayi awal MP-ASI sebaiknya BLW-nya hanya sebagai belajaran saja dulu. Belajar memegang, belajar mengunyah, belajar mengenali tekstur/aroma/rasa makanan tunggal, dll. Jadi, tujuannya bukanlah untuk pemberian MP-ASI secara keseluruhan&#8221;</p>
<p>BLW lazim diterapkan pada bayi usia MP-ASI, biasanya 6 bulan, tetapi lebih banyak yang menerapkannya di usia 7-8 bulan &#8211; bertahap untuk makanan tertentu, yang mudah dipegang.</p>
<p>BLW memang harus dilakukan bertahap. Ada 2 cara bisa dipilih:</p>
<p>1. Totally BLW: Anda menerapkan &#8216;makan sendiri&#8217; sepenuhnya. Cara ini membutuhkan pendampingan ortu secara intensif, agar porsi makannya cukup.<br />
2. Gradually BLW: Hanya makanan selingan (snack) saja dulu yang &#8216;makan sendiri&#8217;, pada tahap awal &#8211; sampai anak terampil melakukannya sendiri. Sedangkan makanan utama dibantu ortu. Atau sebaliknya, makanan utama &#8216;makan sendiri&#8217;, snack-nya dibantu/disuap.</p>
<p>Mana pun yang dipilih, perlu kreativitas orangtua untuk menemani anak kita makan. Selalu dampingi, jangan anak  menjadi objek (kita suruh-suruh menghabiskan makanannya, sementara kita sendiri hanya jadi juru perintah alias tidak sedang makan bersamanya).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/mpasi-metoda-blw-baby-led-weaning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teh Ninih Muthmainnah</title>
		<link>http://mamacerdas.com/teh-ninih-muthmainnah/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/teh-ninih-muthmainnah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 15:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Aa Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Ninih Muthmainah]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[teh Ninih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar namanya tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Senang sekali, ketika saya tahu bahwa beliau akan bertempat tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal saat ini, di kawasan sejuk Bandung Barat. Wahhh senangnya tetanggaan sama Teh Ninih&#8230; Rasanya kangen sekali  ingin ikut pengajian Teh &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/TNINIH.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1059" title="Teh Ninih" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/TNINIH-291x300.jpg" alt="Ninih Muthmainnah" width="175" height="180" /></a>Mendengar namanya tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Senang sekali, ketika saya tahu bahwa beliau akan bertempat tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal saat ini, di kawasan sejuk Bandung Barat. Wahhh senangnya tetanggaan sama Teh Ninih&#8230; <img src='http://mamacerdas.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1056"></span></p>
<p>Rasanya kangen sekali  ingin ikut pengajian Teh Ninih, setelah sekian lama saya absen dari berbagai pengajian. Dulu, semasa kuliah dan sebelum menikah, saya terhitung rajin ikut pengajian-pengajian terutama pengajian Teh Ninih.<br />
Bagai &#8220;pucuk di cinta ulam pun tiba&#8221; Teh Ninih seolah mendekat, tak ada alasan lagi bagi saya untuk tidak ikut pengajian. Kelewatan banget deh kalau tetep absen dari pengajian, padahal jaraknya tak lebih dari 100 meter.</p>
<p>Hari ini pertama kalinya saya ikut pengajian di rumah Teh Ninih. Teteh meluangkan waktunya untuk memberi tausiyah kepada Muslimah setiap hari senin pukul 09.00-10.30 WIB dan setelah itu boleh curhat-curhat-an langsung dengan Teteh.<br />
Pengajian saya yang perdana ini ditemani anak-anak, Fatih &amp; Fathan. Memang tidak sepenuhnya bisa fokus pada ceramah karena tetap harus  mengawasi Fatih yang mobilitasnya sudaha tinggi <img src='http://mamacerdas.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tak apalah yang penting saya bisa hadir dulu, biar bisa terbiasa lagi ikut pengajian.</p>
<p>Sesi pertama dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur&#8217;an oleh Teh Ninih sekitar 15 menit. Setelah itu tahsin dan mengaji bersama, lalu dilanjutkan tausiyah dari Teh Ninih.</p>
<p>Kesan  saya  mengenai Teh Ninih, Teteh sama sekali tidak berubah, sama seperti dulu. Teh Ninih yang sederhana, lembut, serta tutur katanya halus dan menentramkan. Gaya ceramahnya yang tenang dan menenangkan membuat nyaman siapapun yang mendengarkan.<br />
Tak terlihat sedikitpun raut kesedihan ataupun kebencian atas semua yang telah dialaminya. Teteh tetap menyemangati kami untuk tetep hormat kepada suami dan tetap mendoakan suami.  Subhanallah teteh&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/teh-ninih-muthmainnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Hamil Tidak Wajib Minum Susu!</title>
		<link>http://mamacerdas.com/ibu-hamil-tidak-wajib-minum-susu/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/ibu-hamil-tidak-wajib-minum-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 14:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lactamil]]></category>
		<category><![CDATA[prenagen]]></category>
		<category><![CDATA[susu ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[susu sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[Andai saja&#8230; waktu hamil kemarin saya sudah baca artikel ini, pasti saya tidak akan tergoda sama sekali untuk mengkonsumsi susu hamil. Tapi untung juga sebenernya, karena saya tidak maniak susu. Pengalaman dua kali hamil sempet beberapa kali mengkonsumsi susu hamil tapi ga terlalu rajin dan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andai saja&#8230; waktu hamil kemarin saya sudah baca artikel ini, pasti saya tidak akan tergoda sama sekali untuk mengkonsumsi susu hamil. Tapi untung juga sebenernya, karena saya tidak maniak susu. Pengalaman dua kali hamil sempet beberapa kali mengkonsumsi susu hamil tapi ga terlalu rajin dan teratur, klo pun minum itu juga aga-aga terpaksa sebenernya. Karena saya belum punya referensi yang pasti bahwa ibu hamil ternyata tidak wajib minum susu. Pengaruh iklan di TV memang dasyat banget, susu seolah-olah menjadi yang paling penting dibanding pola hidup sehat dan makanan bergizi. Padahal sebenarnya tidak sama sekali. Klo dipikir orang tua kita jaman dulu juga saat hamil tidak mengkonsumsi susu khusus untuk ibu hamil, tapi mereka &amp; anak-anaknya sehat-sehat ya? Bener ga?! Yuk kita simak artikel yang saya dapat  dari grup di Facebook <a target="_blank" title="Gentle Birth untuk semua" href="http://www.facebook.com/groups/gentlebirthuntuksemua/doc/128337523926924/" target="_blank">Genle Birth untuk semua. </a></p>
<p><em><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/11/susu-hamil.jpg"><img class="alignleft" title="ibu hamil tidak wajib minum susu" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/11/susu-hamil.jpg" alt="ibu hamil tidak wajib minum susu" width="160" height="144" /></a>Semua kandungan nutrisi yang terdapat dalam susu bisa dipenuhi dari makanan. Bahkan, lebih aman</em>.</p>
<p>Artika Yulianti (31 tahun) susah payah menghabiskan segelas susu yang dibuatkan oleh Alfons, suaminya. Perempuan yang berdomisili di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, itu bahkan harus memencet kedua lubang hidungnya supaya tidak muntah.</p>
<p>Meskipun mengaku tidak doyan dan sering kembung usai meminumnya, tekad Tika untuk minum susu memang sangat kuat. Sebab, ia dan suaminya percaya, susu sapi – apalagi yang khusus kehamilan – sangat penting bagi pertumbuhan bayi dalam kandungan. “Ibaratnya,” Tika mengatakan, “minum susu itu investasi untuk si buah hati.”</p>
<p>Hal yang sama juga dirasakan oleh Chelsea (27 tahun), ibu muda yang sedang hamil empat bulan. Saking terobsesi, perempuan yang tinggal di Semarang ini pernah sangat merasa bersalah ketika suatu hari terpaksa hanya bisa minum segelas susu karena stok di rumah sudah habis. “Harusnya kan minimal dua gelas sehari…”, begitu alasannya, menirukan sebuah iklan.</p>
<p>Chelsea beranggapan, semua nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil dan janin sudah ada di dalam susu. “Lagipula, waktu saya bandingkan dengan merk lain yang sejenis, susu hamil yang saya minum memiliki komposisi zat gizi yang paling lengkap,” tegasnya.</p>
<p>Menariknya, di saat yang sama, kebutuhan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang justru kurang diperhatikan. Artika dan Chelsea, misalnya, mengaku “biasa-biasa” saja bila pada hari yang sama, mereka “lupa” mengonsumsi tahu, tempe, ikan, kacang-kacangan, sayur-sayuran, atau buah-buahan.</p>
<p><strong>Peran iklan</strong></p>
<p>Meskipun memprihatinkan, fenomena semacam ini bisa dimaklumi. Produsen susu terhitung agresif menjajakan produknya. Baik yang berupa iklan di televisi, berpromosi melalui fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan, atau pun acara bertajuk seminar ilmiah.</p>
<p>Memang benar, susu tersebut tidak ditawarkan secara langsung kepada konsumen. Sebagian besar justru diperkenalkan secara tersirat, dengan cara mengulas manfaat zat-zat nutrisi yang terkandung di dalamnya sambil didukung testimonial seorang <em>public figure</em> ternama sebagai modelnya.</p>
<p>Khusus mengenai susu formula untuk bayi, hal ini jelas-jelas melanggar kode etik internasional yang dicanangkan oleh badan kesehatan dunia, <em>World Health Organization (WHO), </em>pada tahun 1981<em>.</em> Di Indonesia, kode etik ini juga sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 237 tahun 1997 mengenai pemasaran produk pengganti ASI.</p>
<p>Bagi susu kehamilan, peraturan khususnya memang belum ada. Namun banyak kalangan menilai, pesan yang disampaikan dalam sebagian besar iklan susu berisiko membentuk pola pikir bahwa susu merupakan makanan ideal yang “wajib” dikonsumsi oleh ibu hamil.</p>
<p><strong>Memang perlu ekstra, tapi…</strong></p>
<p><strong>          </strong> Siapapun tidak menampik bahwa kehamilan merupakan peristiwa yang sangat berharga, dan untuk menjalani kehamilan serta melahirkan bayi yang sehat, ibu harus cukup nutrisi.</p>
<p>Saking pentingnya, Elson M. Haas, MD, dalam bukunya <em>Staying Healthy with Nutrition</em>, bahkan mengatakan,  kata kunci bagi ibu hamil adalah makan. Ini disebabkan, “Saat hamil, seorang ibu memerlukan tambahan asupan kalori, protein, kalsium, zat besi, seng, vitamin B, serta vitamin lain dan mineral,” tulisnya.</p>
<p>Memang betul, selain makan untuk diri sendiri, ibu juga harus “memberi makan” si bayi. Namun yang harus diperhatikan, asupan tambahan itu tidak lantas berarti ibu hamil harus “makan untuk berdua”, alias mengonsumsi makanan dengan porsi serba dobel.</p>
<p>Menurut Dr Ahmad Mediana, SpOG, ahli kandungan dan kebidanan dari RSIA Kemang Medical Care, Jakarta, tambahan kalori yang diperlukan oleh ibu hamil adalah sekitar 300 kkal/hari. Jumlah ini bisa diperoleh dari segelas jus alpukat tanpa gula, sebuah muffin pisang, atau <em>sandwich</em> gandum berisi seiris <em>fillet</em> ikan dan sayuran.</p>
<p>Kebetulan, jumlah kalori ini juga setara dengan dua gelas susu sapi. Namun, minum sedikitnya dua gelas susu dalam sehari belum menjamin kebutuhan nutrisi ibu hamil, termasuk ketika susu tersebut sudah diformulasikan dengan zat-zat tambahan yang diklaim sangat diperlukan ibu hamil. “Memenuhi kebutuhan nutrisi bukanlah sekadar memasukkan zat-zat esensial ke dalam tubuh,” tutur Dr Ahmad.</p>
<p><strong>Makanan transisi</strong></p>
<p>Pada hakikatnya, susu merupakan makanan sementara yang diciptakan Tuhan untuk manusia, ketika gigi dan sistem pencernaannya belum cukup sempurna.</p>
<p>Ada banyak alasan medis mengapa ASI hanya dianjurkan hingga anak berusia dua tahun. Menurut Dr Tan Shot Yen, M.Hum, dokter pemerhati nutrisi, itu disebabkan, mulai usia dua tahun gigi manusia mulai komplit, enzim-enzim di sepanjang saluran pencernaan telah siap, dan organ-organ di dalamnya juga sudah kuat untuk mengonsumsi makanan padat.</p>
<p>Sebaliknya, pada saat yang sama, sebagian enzim yang bertugas mencerna susu sudah tidak bekerja secara optimal lagi, bahkan pensiun. Salah satunya adalah laktase, enzim pencerna laktosa (zat gula yang terdapat dalam susu mamalia). Beberapa gejala yang sering muncul saat minum susu, seperti mual, muntah, perut bergemuruh, kembung, diare, atau bentuk alergi lain, merupakan sinyal yang menandakan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa.</p>
<p>“Menipisnya stok enzim laktosa saat manusia beranjak dewasa, pada hakikatnya merupakan cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan makanan orang dewasa,” jelas Dr Tan.</p>
<p><strong>Justru menarik kalsium</strong></p>
<p>Banyak ibu hamil yang minum susu karena berharap memperoleh tambahan kalsium demi mendukung pertumbuhan tulang dan gigi si janin. Jika asupannya kurang, dikhawatirkan si janin akan mengambil jatah kalsium dari tulang ibunya. Kekurangan asupan kalsium pada ibu hamil ini berhubungan erat dengan risiko pre-eklamsia (tekanan darah yang melonjak secara mendadak) dan hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi yang muncul pada masa kehamilan).</p>
<p>Namun yang perlu diingat, masalah jatah tersebut bukan berarti ibu hamil harus menambah asupan kalsium secara semena-mena. “Perlu diketahui,” kata Dr Ahmad, ”berapa pun persediaan kalsium dan zat nutrisi lain yang dimiliki oleh sang ibu, janin akan menyerap jumlah yang sama. Jadi, bukan berarti bila ibunya minum susu lebih banyak, janinnya akan memperoleh kalsium ekstra bagi pertumbuhannya.”</p>
<p>Mekanisme penyerapan kalsium di dalam tubuh memang tidak sesederhana itu. Menurut Andang Gunawan, ND, ahli terapi nutrisi, penyerapan kalsium memerlukan bantuan protein. Susu, memang mengandung kalsium sekaligus protein yang tinggi. Namun, untuk mencerna kalsium, jumlah protein ini terlalu tinggi sehingga justru menyulitkan proses penyerapan.</p>
<p>Organ tubuh dapat bekerja dengan baik pada ketika asam basa darah dan jaringan mempunyai pH 7,35-7,45. Dalam lingkungan cenderung basa tersebut, tubuh mampu mendetoksifikasi racun dan menyingkirkan zat-zat pencemaran lainnya.</p>
<p>Tetapi, karena susu bersifat terlalu asam, ketika kalsium yang terdapat di dalam susu masuk ke dalam darah, secara alamiah tubuh akan berusaha mengembalikan situasi “abnormal” ini dengan membuang kalsium dari ginjal, melalui urin. Inilah yang diduga menjadi alasan mengapa empat negara pengonsumsi susu terbesar di dunia, yaitu Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia, justru menduduki peringkat-peringkat teratas dalam kasus osteoporosis.</p>
<p>Mekanisme alamiah dalam menormalkan kondisi kalsium dalam darah inilah yang berperan  memicu pre-eklamsia dan hipertensi. Levy,T.E, dalam <em>Optimal Nutrition for Optimal Health </em>(2001), mengungkapkan, susu yang sudah melalui proses pasteurisasi &#8211; sebagaimana yang terjadi pada susu komersial &#8211; membuat struktur kimia kalsium di dalamnya menjadi bentuk yang <em>non bio-available</em>, alias tidak mudah diserap oleh tubuh.</p>
<p>Karena dianggap benda asing yang tidak diperlukan, ia tidakikut dicerna oleh metabolisme, dan akan mengendap di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan timbulnya plak dan pengerasan pembuluh darah, yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah melonjak naik.</p>
<p><strong>Sapi <em>artificial</em></strong></p>
<p><strong>          </strong>Andang menilai, efek susu terhadap kesehatan sebaiknya tidak semata-mata ditinjau secara sepotong-sepotong dari kandungan nutrisinya saja. Namun, perlu diperhatikan bagaimana sapi itu diternakkan, apa makanannya, bagaimana susu diproses, dan yang lebih penting lagi, bagaimana tubuh kita merespon kandungan di dalamnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sebelum ada pabrik susu, sapi perah diternakkan secara alami. Sekarang, untuk memenuhi target produksi, sapi diberi makan pangan buatan, disuntik hormon supaya cepat besar dan menghasilkan susu lebih banyak, serta diberi antibiotik dengan harapan terhindar dari penyakit,” tutur Andang.</p>
<p>Jika susu sapi yang sudah mengalami perubahan “pola makan dan gaya hidup” ini dikonsumsi, semua zat serta “sampah” metabolismenya juga berpengaruh besar terhadap sistem metabolisme kita.</p>
<p>Sapi &#8211; hewan herbivora – yang diberi pakan <em>meat bone meal</em> (makanan sapi buatan berbasis daging) juga berisiko membentuk mekanisme penolakan dengan membentuk <em>prion</em>, senyawa protein asing di dalam tubuhnya. Jenis protein ini, diduga yang menjadi cikal bakal merebaknya penyakit sapi gila (<em>mad cow).</em></p>
<p><em> </em>Selain itu, <em>bovine growth hormone, </em>hormon pertumbuhan untuk sapi<em>,</em> merupakan senyawa kimia yang tidak dapat dipecah di dalam lambung atau rusak oleh proses pasteurisasi, sehingga akan tetap aktif di dalam tubuh manusia. Ini sudah diteliti oleh Juskevich dan G. Guyer dalam penelitiannya yang berjudul <em>Bovine Growth Hormone: Human Food Safety Evaluation</em>, dan dimuat dalam jurnal Science, Vol. 249, no. 4971 (1990).</p>
<p><strong>Menyisakan sampah metabolisme</strong></p>
<p><strong> </strong>Masalah lain mulai muncul saat susu masuk pabrik. Sebelum dipasarkan, susu dipanaskan dengan suhu tertentu agar kuman patogen dan berbagai flora di dalamnya mati. Proses yang disebut pasteurisasi ini terbukti merusak komponen struktur kimia di dalam susu dan membuat gula laktosa di dalamnya diserap lebih cepat oleh tubuh (Levy, T.E, dalam <em>Optimal Nutrition for Optimal Health</em>, 2001).</p>
<p>Lonjakan zat gula di dalam darah – apa pun bentuknya termasuk sukrosa (gula yang sering ditambahkan dalam produk susu), secara otomatis akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon insulin.Pada dasarnya, insulin ini memang bertugas mulia, yaitu menjaga agar kadar gula darah di dalam tubuh kita tetap berada pada level yang aman. Namun lonjakan gula yang tinggi akan membuat produksi insulin meroket, ketika berusaha menekan kadar gula dan menyimpan hasil olahannya dalam hati.</p>
<p>Sayangnya, daya tampung hati bersifat terbatas. Sementara bila makanan jenis ini dikonsumsi secara terus-menerus, kelebihan kadar gula tersebut akan diubah menjadi tumpukan lemak. Sel-sel lemak ini bersifat menarik asam arakidonat (AA), sebagai bahan baku terbentuknya eicosanoids, sejenis hormon peradangan. Mekanisme tersebut memicu timbulnya peradangan di tingkat sel, yang memancing terbentuknya <em>cytokine</em>, protein radang yang mampu menembus masuk ke aliran darah, beredar ke seluruh tubuh, dan menimbulkan bermacam-macam penyakit, mulai dari menurunnya kekebalan tubuh, obesitas, alergi, hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga kanker.</p>
<p><strong>Waspada obesitas</strong></p>
<p>Untuk menghindari komplikasi, ibu hamil dianjurkan memperhatikan kenaikan berat badan, yang idealnya berkisar 1 hingga 2 kilogram per bulan. Jumlah itu tidak bisa dipukul rata, bergantung berat badan si ibu sebelum kehamilan.</p>
<p>“Yang jelas, kenaikan berat badan yang terlalu cepat atau terlalu banyak perlu diwaspadai, karena itu termasuk salah satu indikasi terjadinya komplikasi. Obesitas merupakan indikasi nutrisi yang dikonsumsi tidak seimbang. Selain memicu pre-eklamsia dan diabetes, ibu hamil yang obesitas juga berpotensi melahirkan bayi besar serta mengalami obesitas di kemudian hari,” Dr Ahmad menjelaskan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Cukup dan seimbang</strong></p>
<p>Jika banyak iklan mengatakan bahwa dari ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat, itu memang benar karena sistem metabolisme anak dibentuk sejak berada di dalam kandungan.</p>
<p>Tidak perlu merasa bersalah hamil tanpa minum susu, karena yang diperlukan oleh ibu hamil adalah nutrisi yang cukup dan seimbang. Gizi yang baik identik dengan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral yang baik. Kriterianya, antara lain, sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Karbohidrat</strong></li>
</ul>
<p>Berupa karbohidrat kompleks dengan nilai indeks glikemik yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak melonjakkan kadar gula dalam darah. Contoh paling ideal adalah sayuran segar, dikonsumsi mentah. Namun jika masih terlalu berat meninggalkan nasi, pilih beras merah (lebih baik lagi yang organik), gandum utuh, atau <em>oats</em>, daripada beras putih dan tepung-tepungan.</p>
<ul>
<li><strong>Protein</strong></li>
</ul>
<p>Sumber protein yang baik berasal dari sumber yang tidak terpolusi hormon dan antibiotik, seperti ayam kampung, ikan laut dalam, kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, tahu, dan sebagainya.</p>
<ul>
<li><strong>Lemak</strong></li>
</ul>
<p>Lemak yang baik berasal dari makanan alami seperti alpukat, minyak zaitun yang tidak dipanaskan, kemiri, dan lain-lain. Margarin bukan sumber lemak baik &#8211; meskipun berasal dari tanaman, karena merupakan lemak trans. Begitu juga dengan minyak goreng. Apa pun jenisnya, setelah dipanaskan lemak dalam minyak akan teroksidasi menjadi lemak jahat.</p>
<ul>
<li><strong>Vitamin dan mineral</strong></li>
</ul>
<p>Warna merah, kuning, hijau, ungu, putih, dan biru pada sayur-sayuran dan buah-buahan menunjukkan kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Konsumsi secara seimbang dengan cara memvariasikan penyajiannya setiap hari.</p>
<p><strong>Nutrisi ekstra pada ibu hamil</strong></p>
<p>Beberapa zat nutrisi esensial yang diperlukan ibu hamil terutama kalsium, asam folat, zat besi, dan seng, juga bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari. Sumbernya, antara lain, berasal dari:</p>
<ul>
<li><strong>Kalsium</strong></li>
</ul>
<p>Meskipun jumlah kandungannya tidak setinggi yang terdapat di dalam susu, kalsium juga terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Kalsium dalam tumbuhan bahkan lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Penuhi asupannya dari kacang-kacangan seperti almond, <em>hazelnut,</em> kacang polong, brokoli, bayam, okra, selada air, aprikot, wijen, lentil, dan masih banyak lagi. Ikan teri, sardin, salmon, dan kerang juga kaya kalsium, namun cemaran logam berat di dalamnya perlu diwaspadai. Kalaupun sesekali ingin minum susu, bisa mengonsumsi susu UHT atau yogurt (plain).</p>
<ul>
<li><strong>Asam folat</strong></li>
</ul>
<p>Diperlukan untuk membentuk sel darah merah, pertumbuhan sel, dan mencegah <em>spina bifida</em> (terbelahnya ujung bumbung saraf tulang belakang) pada janin. Idealnya, kebutuhan asam folat ini  sudah terpenuhi sejak sebelum kehamilan. Terdapat pada brokoli, alpukat, bayam, asparagus, kangkung, dan sayuran berdaun hijau lain, serta beberapa jenis kacang seperti kacang merah, kacang bogor, kacang kapri, kacang koro, jeruk, dan lain-lain. Jika merasa perlu, dokter akan menambahkan jumlah asupannya dengan meresepkan tablet suplemen asam folat.</p>
<ul>
<li><strong>Zat besi</strong></li>
</ul>
<p>Mendukung kerja asam folat dalam menyediakan stok sel darah yang cukup bagi ibu dan janin. Sesungguhnya, hati sapi merupakan sumber asam folat dan zat besi yang nilainya paling tinggi. Namun karena hati merupakan organ tempat menyaring racun, ia tidak dianjurkan. Lebih baik, penuhi dari telur, ayam, salmon, rumput laut, kismis, jamur, bayam, serta aneka jenis kacang-kacangan dan biji-bijian.</p>
<ul>
<li><strong>Seng</strong></li>
</ul>
<p>Diperlukan dalam perkembangan sistem kekebalan tubuh janin. Bisa ditemukan pada makanan yang mengandung zat besi, serta kerang-kerangan.</p>
<p><strong>Agar efektif</strong></p>
<p>Jangan lupa, bahwa tubuh manusia merupakan rangkaian sistem yang satu sama lainnya saling berhubungan. Asupan nutrisi tadi hanya bisa dicerna dengan baik bila kondisinya seimbang.</p>
<p>Kalsium, misalnya, baru bisa diserap dengan baik jika dibarengi dengan aktivitas dan bantuan dari vitamin D, yang terdapat pada sinar matahari. Maka, sempatkanlah menggerakkan tubuh, lebih baik lagi bila di bawah hangatnya mentari pagi. Proses metabolisme tadi juga memerlukan air, sehingga ibu hamil harus cukup minum air putih. Ukurannya tidak terpatok 8 gelas sehari, namun dilihat dari warna air seni yang mendekati jernih.</p>
<p>Kondisi seimbang tidak mencakup makanan secara fisik saja, namun juga “makanan” bagi jiwa. Jalani kehamilan dengan penuh rasa syukur dan ikhlas. Ajak suami dan keluarga untuk melewati peristiwa bahagia ini bersama-sama. Ciptakan kesempatan untuk mengobrol ringan, saling menatap mesra atau mengobral kalimat “<em>I love you”,</em> tanpa harus ditemani segelas susu. (N)</p>
<p>Boks:</p>
<p><strong>“Cukup dari makanan sehari-hari”</strong></p>
<p>Mereka hamil dan melahirkan anak yang sehat tanpa mengandalkan susu. Yuk, simak pengalamannya!</p>
<p><strong>Marina (Wiraswasta, Medan)</strong></p>
<p>Waktu hamil Stanley (4 tahun), anak kedua,  saya sudah menjadi vegan (tidak makan sumber pangan hewani sama sekali-red), termasuk telur dan produk susu. Asupan gizi benar-benar bergantung pada makanan sehari-hari. Saya menyiasatinya dengan makan sayur-sayuran yang jenisnya selalu berganti-ganti setiap hari. Warnanya pun saya perhatikan, sebisa mungkin ada merah, kuning, putih, dan sebagainya, dan diolah sesegar mungkin.</p>
<p>Yang menarik, dengan asupan “terbatas” semacam ini saya justru merasakan proses kehamilan yang jauh lebih nyaman dan sehat daripada kehamilan pertama, saat masih menjadi pemangsa segala, termasuk susu dan produknya. Kalau dulu sering lemas, mudah lapar, namun juga sering mual dan muntah, pada kehamilan kedua badan terasa berenergi dan segar sepanjang hari. Bahkan, seminggu menjelang persalinan saya masih asyik menyetir mobil ke sana kemari. Padahal, waktu itu saya sudah berumur 42 tahun, lho!</p>
<p>Puji Tuhan, Stanley yang lahir dengan berat badan 3,2 kg, dan panjang 51 cm juga  sehat dan tidak mudah alergi.</p>
<p><strong>Mia Sutanto (Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Jakarta)</strong></p>
<p>Berbeda dengan kehamilan pertama, ketika saya masih paranoid dan mengonsumsi segala jenis produk makanan yang diklaim baik untuk ibu hamil, pada kehamilan kedua saya lebih melek kesehatan. Salah satunya, saya paham bahwa apa yang selama ini dipromosikan oleh produsen susu, sudah bisa diperoleh dari makanan sehari-hari yang lebih alami. Jadi… ya, cukup makan sehat saja dengan menu yang berganti-ganti.</p>
<p>Untuk menyiasati keinginan ngemil yang manis-manis saat hamil, saya membuat jus buah segar, tanpa tambahan gula atau pun madu. Ternyata, dengan cara ini kenaikan berat badan saya tidak sebanyak kehamilan pertama (20 kilogram), yaitu 15 kilogram. Ascha (sekarang 2,5 tahun) lahir dengan berat badan yang cukup, yaitu 3,1 kilogram dengan panjang 49 cm. Saat ia lahir, saya juga bisa langsung memberinya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan lancar menyusui sampai sekarang.</p>
<p><strong>Mya Dwi Rostika (dosen, Jepang)</strong></p>
<p>Saya sempat bingung waktu teman-teman di Indonesia bertanya, “Di Jepang kamu minum susu apa?”. Soalnya, waktu hamil Musashi (1 tahun) saya memang tidak mengonsumsi susu dan suplemen apa pun. Yang saya tahu, ibu-ibu hamil di Jepang juga tidak minum susu. Pemberian suplemen oleh dokter pun hanya dilakukan jika ditemukan indikasi tertentu.</p>
<p>Dokter kandungan saya menganjurkan untuk memperoleh asupan nutrisi dari makanan, itu pun harus yang alami. Praktis, selama hamil saya tidak pernah menyentuh makanan instan atau yang berada dalam kemasan, termasuk biskuit. Camilan andalan saya adalah buah-buahan. Ketika pada trimester pertama saya mual dan tidak doyan makan, dokter hanya menganjurkan jus buah segar atau minum air putih.</p>
<p>Kenaikan berat badan selama kehamilan juga sangat diperhatikan. Sebab, ibu hamil yang obesitas dan bayi yang lahir dengan ukuran besar dianggap akan menyulitkan persalinan. Berbeda dengan di Indonesia, operasi <em>sectio</em> di Jepang hanya boleh dilakukan bila persalinan normal membahayakan ibu atau bayi. (N)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*) Ditulis oleh Dyah Pratitasaridalam Laporan Khusus Majalah NIRMALA, edisi Juli 2010courtesy of NIRMALA Magazine</p>
<p><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/groups/gentlebirthuntuksemua/doc/128337523926924/www.nirmalamagazine.com">www.nirmalamagazine.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/ibu-hamil-tidak-wajib-minum-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1001 Manfaat Pijat</title>
		<link>http://mamacerdas.com/1001-manfaat-pijat/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/1001-manfaat-pijat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 15:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sehat]]></category>
		<category><![CDATA[balita sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kolik]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pijat]]></category>
		<category><![CDATA[pijat bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Mau tahu apa saja manfaatnya? 1. Memijat berarti memberikan rangsangan sensorik yang akan menimbulkan rangsangan taktil (berkaitan dengan sentuhan dan rabaan). Rangsangan ini akan memberikan efek-efek yang baik, diantaranya bayi jadi lebih alert alias memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, sehingga terlihat lebih lincah/ lebih &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tahu apa saja manfaatnya?</p>
<p>1. Memijat berarti mem<a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/10/pijat-bayi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-929" title="pijat bayi" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/10/pijat-bayi-300x225.jpg" alt="" width="262" height="196" /></a>berikan rangsangan sensorik yang akan menimbulkan rangsangan taktil (berkaitan dengan sentuhan dan rabaan). Rangsangan ini akan memberikan efek-efek yang baik, diantaranya bayi jadi lebih alert alias memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, sehingga terlihat lebih lincah/ lebih aktif. Ia pun jarang menangis karena bisa tidur lebih nyenyak dan lama.</p>
<p>2. Pijatan juga membantu memperbaiki peredaran darah si kecil dan menambah energi karena suplai oksigen akan lebih banyak dikirim ke otak maupun keseluruh tubuh. Otot-otot tubuh pun akan mengalami relaksasi.</p>
<p>3. Bayi yang banyak memperoleh sentuhan, khusunya ibu, kabarnya jarang mengalami simptom hospitalismus, yaitu gangguan yang sering dialami anak-anak yang tinggal di panti asuhan, seperti radang telinga tengah, campak, gangguan usus dan sebagainya.</p>
<p>4. Terapi pijat yang dilakukan secara rutin bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Tak perlu lama-lama, cukup lakukan sekitar 15 menit saja.</p>
<p>5. Kondisi emosional dan interaksi sosial bayi-bayi yang memperoleh terapi pijat juga terbukti lebih positif.</p>
<p>6. Pijat mampu meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil saat kolik atau tumbuh gigi.</p>
<p>7. Pijat diyakini mampu meningkatkan aktivitas saraf otonom, yakni saraf-saraf yang antara lain bertanggung jawab atas kelangsungan kerja oto polos, misalnya otot-otot di usus. Saraf otonom inilah yang merangsang pelepasan hormon-hormon yang membantu penyerapan makanan. Dengan demikian, secara tak langsung pijat membantu memperbaiki sistem pencernaan. Itulah mengapa, para bayi yang mendapat terapi pijat membantu memperbaiki sistem pencernaan</p>
<p>8. Lewat pijat, relasi antara orangtua dan bayi pun akan terbangun. Dengan memijat bayinya orang tua amat terbantu dalam memahami bahasa nonverbal buah hatinya. Itu sebabnya, pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh orangtua sendiri, anggota keluarga terdekat atau paling tidak pengasuh yang sehari-hari merawatnya.</p>
<p>9. Dari sejumlah penelitian terhadap bayi-bayi prematur, terapi pijat minimal selama 6 minggu terbukti meningkatkan berat badan sekitar 20-40% dari berat badan semula</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/1001-manfaat-pijat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perilaku Penolakan Terhadap Makanan</title>
		<link>http://mamacerdas.com/perilaku-penolakan-terhadap-makanan/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/perilaku-penolakan-terhadap-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 12:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[anak susah makan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mpasi]]></category>
		<category><![CDATA[penolakan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[picky eater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[* Tolak MP-ASI, tapi mau ASI Jika menghadapi kondisi seperti ini, pemberian makanan secara bertahap harus dirancang. Memang sih waktu makannya jadi jauh lebih lama. Contohnya, berikan 1 sendok MP-ASI setiap jadwal makan tiba dengan konsentrasi makanannya lebih cair dibanding ukuran standar yang dianjurkan di &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>* Tolak MP-ASI, tapi mau ASI</p>
<p>Jika menghadapi kondisi seperti ini, pemberian makanan secara bertahap harus dirancang. Memang sih waktu makannya jadi jauh lebih lama. Contohnya, berikan 1 sendok MP-ASI setiap jadwal makan tiba dengan konsentrasi makanannya lebih cair dibanding ukuran standar yang dianjurkan di kemasan. Setiap hari porsi ini harus ditingkatkan, dari 1 sendok menjadi 2 sendok hingga akhirnya mencapai 1 mangkuk. Perlu diingat, jadwal makannya pun harus diberikan secara konstan dan berkesinambungan. Mengapa ini penting? Karena si kecil mau tidak mau harus diajarkan keteraturan untuk membentuk kedisiplinan.</p>
<p>* Dilepeh<a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/08/anak-senang-makan4.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1136" title="perilaku negatif" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/08/anak-senang-makan4.jpeg" alt="" width="113" height="169" /></a></p>
<p>Jika ini terjadi pada bayi di bawah usia 8 bulan, kemungkinan besar hanya karena refleks anak. Ingat, MP-ASI yang diberikan merupakan sesuatu yang &#8220;asing&#8221; baginya, lo. Tapi kalau si kecil sudah berusia 8 bulan atau lebih, maka orang tua harus cermat. Apakah karena memang makanannya itu yang tidak enak karena terlalu asin, terlalu manis, kelewat kasar atau malah kelewat lembut? Atau apakah orang tua memberikannya dalam porsi terlalu banyak, terlalu panas/dingin dan sebagainya. Nah, agar si kecil tidak melakukan penolakan, pandai-pandailah mengatur strategi dengan cara menggonta-ganti menu, rasa maupun tekstur makanannya. Jangan lupa pula untuk senantiasa mengomunikasikannya pada si kecil. Contohnya, &#8220;Kenapa, Sayang, kok dilepeh? Terlalu asin, ya? Nah, sekarang sudah enggak asin lagi.&#8221;</p>
<p>* Diemut</p>
<p>Ini juga salah satu bentuk penolakan yang kerap dilakukan bayi. Anak yang makannya ngemut umumnya karena alat-alat pencernaan di rongga mulutnya belum siap menerima MP-ASI. Jika memang kebiasaan ngemut-nya karena gangguan fisik, si kecil besar kemungkinan juga akan mengalami gangguan bicara. Untuk memastikannya, kasus seperti ini lebih baik segera diperiksakan ke dokter.</p>
<p>* Disembur</p>
<p>Sesekali si kecil mungkin saja menyemburkan makanannya. Itu hal yang wajar terjadi sebagai salah satu bentuk eksplorasinya. Namun orang tua harus menjelaskan pada anak, semisal dengan mengatakan, &#8220;Lucu, ya, Dek, bunyinya. Tapi makanan itu nanti harus ditelan ya.&#8221; Kalau penjelasan seperti itu terus-menerus diutarakan, anak tentu akan tahu mana perilaku yang tak baik alias tak boleh diulanginya lagi. Akan tetapi, jika setiap kali makan si kecil selalu menyemburkan santapannya, boleh jadi ia memang tidak berselera pada makanan tersebut. Kemungkinan lain cara makan ataupun suasana makan yang dirasa tak nyaman baginya. Lagi-lagi orang tualah yang harus kembali mengeksplorasi cara lain agar si kecil mau makan.</p>
<p>* Dimuntahkan</p>
<p>Perilaku memuntahkan makanan bisa akibat penolakan ataupun bukan. Kalau ternyata disebabkan masalah fisik atau ada yang harus dibereskan pada sistem pencernaannya, maka muntahnya bukan merupakan penolakan. Akan tetapi kalau muntah disebabkan si kecil mencari perhatian dalam mengeskpresikan ketidaksukaannya pada makanan itu, baru bisa dikategorikan sebagai penolakan. Untuk memastikan penyebabnya, orang tua dapat memperhatikan kondisi anak. Misalnya apakah rewel atau tidak selagi muntah maupun sesudah muntah, demam atau tidak, dan apakah disertai gangguan lain semisal diare atau tidak. Jika jawabannya memang ya, kemungkinan si kecil mengalami masalah fisik dan ini sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter ahlinya.</p>
<p>* Menolak sama sekali</p>
<p>Wujud penolakannya bisa berupa memalingkan kepala, menutup rapat-rapat mulutnya, sampai menangis keras setiap kali disuapi. Penyebabnya lebih banyak karena faktor fisik, seperti gara-gara sariawan, atau terkena radang tenggorokan. Jadi, kalau si kecil menunjukkan tanda-tanda tadi, cermati dulu kondisi kesehatannya secara umum. Pastikan apakah ia sariawan atau tidak, gunakan termometer untuk memastikan suhu tubuhnya, apakah kondisi lidahnya bermasalah atau tidak, bibirnya pecah-pecah, dan buang airnya lancar atau tidak. Kalau benar karena kendala fisik, lekas konsultasikan ke dokter.</p>
<p>Akan tetapi jika tak ada gangguan fisik kemungkinan besar si kecil melakukan gerak tutup mulut gara-gara faktor psikis. Tidak tertutup kemungkinan ia memang tengah mencari perhatian orang tuanya yang sudah sepanjang hari tidak dijumpainya, tak menyukai menunya, dan penampilan makanannya membuat bayi kehilangan selera makan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TRIK MENGHADAPI PENOLAKAN</p>
<p>Walaupun hal-hal yang dianjurkan tadi sudah dicoba, mungkin sekali si kecil tetap melancarkan penolakan. Kalau ini yang terjadi, berarti eksplorasi yang dilakukan orang tua belum maksimal. Lebih baik, terus lakukan pencarian untuk mengetahui seperti apa makanan yang disukainya, bagaimana cara memberi makan yang disukai dan tidak disukai dan sebagainya. Sukses tidaknya penelusuran ini tidak terlepas dari kesabaran, ketenangan, dan keterampilan orang tua menghadapi ulah si kecil saat melakukan penolakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mailing List Nakita<br />
milis-nakita@news.gramedia-majalah.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/perilaku-penolakan-terhadap-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Dalam Kehamilan</title>
		<link>http://mamacerdas.com/bahaya-dalam-kehamilan/</link>
		<comments>http://mamacerdas.com/bahaya-dalam-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 03:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvirf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya dalam kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[hamil sehat]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[morning sickness]]></category>
		<category><![CDATA[mual dan muntah saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[tips kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamacerdas.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Kehamilan bisa membawa kebahagiaan sekaligus ketidaknyamanan. Bahagia karena adanya kehidupan baru yang sedang berkembang dalam rahin. Tidak nyaman karena berbagai keluhan yang lazim menyertai kehamilan, seperti mual, muntah dan sebagainya. Keluhan-keluhan ini bisa membuat masa kehamilan yang selayaknya menjadi masa penuh kebahagiaan berubah menjadi tidak &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/perdarahan-kehamilan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-910" title="perdarahan kehamilan" src="http://mamacerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/perdarahan-kehamilan.jpg" alt="perdarahan kehamilan" width="273" height="185" /></a>Kehamilan bisa membawa kebahagiaan sekaligus ketidaknyamanan. Bahagia karena adanya kehidupan baru yang sedang berkembang dalam rahin. Tidak nyaman karena berbagai keluhan yang lazim menyertai kehamilan, seperti mual, muntah dan sebagainya. Keluhan-keluhan ini bisa membuat masa <a title="cerita tentang hamil" href="http://mamacerdas.com/cerita-tentang-hamil/" target="_blank">kehamilan</a> yang selayaknya menjadi masa penuh kebahagiaan berubah menjadi tidak menyenangkan. Mungkin anda juga was-was, jangan-jangan keluhan yang dialami menandai andanya <a href="http://mamacerdas.com/bahaya-dalam-kehamilan/" target="_blank">gangguan</a> pada kehamilan.<span id="more-909"></span></p>
<p>Sebenarnya, besar kemungkinan mayoritas keluhan yang Anda alami normal saja dan timbul akibat adanya perubahan hormonal atau stres/tekanan cukup berat yang dialami tubuh akibat kehamilan. Namun, tidak tertutuup kemungkinan Anda mengalami gangguan yang berat dan membahayakan baik janin maupun diri Anda sendiri.</p>
<p><strong>Segera ke Dokter!</strong></p>
<p>* Sakit kepala berat yagn tidak kunjung hilang</p>
<p>* Pandangan/penglihatan kabut</p>
<p>* Sakit perut yang parah dan berkepanjangan</p>
<p>* Perdarahan dari lubang kemaluan</p>
<p>* Pecahnya ketuban (keluarnya air ketuban dari vagina)</p>
<p>* Sakit saat buang air kecil</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bawa ke Dokter dalam 24 Jam!</strong></p>
<p>* Bengkak pada tangan, kaki dan muka</p>
<p>* Muntah-muntah sangat sering dan parah</p>
<p>* Demam dengan suhu tubh lebih dari 38,3 derajat C</p>
<p>* Gerakan janin tidak ada atau kurang dari 10 tendangan dalam 12 jam pada usia kandungan lebih dari 28 minggu (7 bulan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat beberapa kondisi yang dapat membahayakan kehamilan dan memerlukan perawatan dokter.</p>
<p><strong>Anemia (Kurang Darah)</strong><br />
Anemia (kurang darah) akibat kekurangan zat besi seringkali dijumpai saat hamil, dan bisa diketahui dari kadar hemoglobin (Hb) darah yang rendah. Anemia yang tidak diobati dapat menimbulkan pendarahan saat melahirkan yang berbahaya.</p>
<p>Tips mengatasi dan mencegah anemia:<br />
1. Perbanyak makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah dan kacang-kacangan, hati, sayuran hijau, kacang kedelai, kacang hijau</p>
<p>2. Minum susu ibu hamil 2 gelas/hari</p>
<p>3. Konsultasikan ke dokter bila masih dibawah stndar yang ditentukan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pre-ekslampsia</strong></p>
<p>Sering terjadi pada hamil tua, dengan gejala:<br />
1. Peningkatan tekanan darah rendah (lebih dari 140/90 mmHg)</p>
<p>2. Peningkatan berat badan yang sangat cepat</p>
<p>3. Ditemukannya zat protein dalam air seni (urin)</p>
<p>Jika tidak ditangani pra-ekslamsia dapat berlanjut menjali eklampsia(keracunan kehamilan) yang dapat berakibat fatal. Guna mencegah eklampsia, segera berobat ke dokter begitu menjumpai salah satu keluhan diatas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Keguguran</strong></p>
<p>Setiap wanita hamil bisa mengalami keguguran (biasanya dalam 12 minggu pertama kehamilan) sehingga kehamilan harus dijaga dengan baik. Umumnya gejala awal berupa perdarahan dari jalan lahir yang disertai sakit perut kram. Jika Anda menjumpai gelai ini, beristirahatlah sebisa mungkin dan segera berobat ke dokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perdarahan dari jalan lahir (Vagina)</strong></p>
<p>Perdarahan dari agian setelah hamil 28 minggu mungkin disebabkan kelainan plasenta dari dinding rahim dan plasenta letak rendah. Keluhan ini tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis karena perdarahan yang sangaqt banyak mungkin memerlukan tranfusi darah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamacerdas.com/bahaya-dalam-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

