Mendidik Anak tanpa Kekerasan

Topics: , , , ,

Profit Sender

Terkesan dengan cerita yang ada dalam buku hypnoparenting karangannya Ariesandi Setyono, ternyata untuk mendidik anak atau siapa pun tak perlu dengan bentakan, teriakan, apalagi kekerasan. Tapi bagaimana pendidikan yang diberikan bisa membuat yang dididik berfikir, memaknai pelajaran yang diberikan.

Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu  Mahatma Ghandi, memberi ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu kisah dalam hidupnya.

“Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orangtua disebuah lembagai yang didirikan oleh kakek saya, ditengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

“Pada suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya mengerjakan beberapa pekerjaan tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

“Pagi itu setiba di tempat lokasi konferensi, ayah berkata, ‘ayah tunggu kamu di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.’ Saya segera menyelesaikan berbagai pekerjaan yang diberikan oleh ayah dan ibu. Kemudian saya pergi ke bioskop. saya sungguh asyik menonton aksi John Wayne sampai lupa waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17.30, saya langsung berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00

“Dengan gelisah ayah menanyai saya, ‘kenapa kamu terlambat?’ Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton bioskop sehingga saya menjawab. ‘Tadi, mobilnya belum siap sehigga saya harus menunggu.’

Ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelpon bengkel mobil itu sehingga ayah tahu kalau saya berbohong lalu ayah berkata. ‘Ada sesuatu yang salah dalam membersarkanmu sehingga kamu tidak punya keberanian untuk menceritakan kebenarn kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkan ayah pulang berjalan kaki dan memikirkanya baik-baik.’

Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, aayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak  bisa meninggalkan ayah di jalanan seperti itu, maka selama lima setengah jam saya mengendarai mobil pelan-pelan  di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami beliau hanya karena kebohongan yang saya lakukan.

“Sejak itu saya tidak pernah berboho9ng lagi. Sering kali saya berfikir mengenai pelajaran kejadian itu dan merasa heran. Seandainya aya menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik tanpa kekerasan? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu, menyadarinya sedikit, dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, saya merasa kejadian itu seolah baru terjadi kemarin. Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.”

Pendidikan yang paling efektif dan pasti tertanam kuat adalah pesan pendidikan yang disampaikan hingga tertancap dalam pikiran bawah sadar. Apa yang telah dilakukan oleh ayah Dr. Arun Gandhi adalah menyampaikan pesan yang sangat mendalam di pikiran bawah sadar.

2 thoughts on “Mendidik Anak tanpa Kekerasan

  1. Pingback: Hypnoparenting | MamaCerdas.com

  2. Pingback: MEMBANGUN DISIPLIN PADA ANAK TANPA KEKERASAN « Menuju Insan Smart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>