Mengapa saya memilih ini???

Topics: , , , ,

Profit Sender

hidup adalah pilihanKarena hidup adalah pilihan, kita berhak memilih yang terbaik untuk hidup kita… dan menurut saya yang terbaik untuk hidup saya sekarang ini adalah seperti sekarang menjadi IBU RUMAH TANGGA.

Mengapa harus (hanya) menjadi ibu rumah tangga, sementara banyak pilihan lain yang menggiurkan dan tentunya memberikan ‘kenyamanan’ luar biasa.

Bukan hal yang mudah bagi saya sampai akhirnya memutuskan hanya menjalani  profesi ini. Dengan latarbelakang keluarga (orangtua) yang bekerja—sebagai pegawai negeri sipil dengan fasilitas dan kenyamanan bekerja sebagai pegawai negeri sipil, otomatis tentunya berharap keturunannya mengikuti jejaknya. Awalnya saya juga mempunyai cita-cita yang mulia tersebut, sebagai abdi negara—enak dong kerjanya ga berat-berat banget, tiap bulan pasti dapet gaji, sudah tua hidup terjamin karena dapet pensiunan. Tapi kemudian hidup terus bergulir, berjalan, dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak menjadi pegawai negeri sipil.

Alhamdulillah setelah lulus kuliah, saya bisa bekerja di sebuah perusahaan kecil di kawasan gegerkalong, tak bisa dipungkiri pasti Allah yang telah mengatur semua nya. Semua bermula dari sini. Di tempat saya bekerja ini, ternyata saya tidak hanya sekedar bekerja saya dididik untuk mandiri, untuk selanjutnya punya usaha sendiri, berwirausaha dan menjadi pengusaha.  Hanya 7 bulan saya bekerja di perusahaan tersebut, tapi benar-benar banyak merubah pola pikir  saya selama ini. Saya tak mau bekerja lagi, saya mau punya usaha sendiri, saya tak mau waktu saya terikat oleh pekerjaan dan akhirnya saya berdoa dalam hati…

“Ya allah petemukan aku dengan jodoh (seseorang) yang memang dari kalangan wirausaha (pengusaha) yang memang sudah menjalankan usaha.” Bukan berarti yang baru menjalankan usaha saya tidak mau, tapi waktu itu saya berfikir, saya perlu bukti cepat… untuk membuktikan kepada orangtua bahwa  ada profesi lain selain menjadi pegawai negeri dan tak masalah dengan wirausaha dan bahkan bisa jauuuuuh lebih sukses.

Dan ternyata…

Kita bisa lho meminta jodoh sesuai dengan yang kita inginkan. Saya dipertemukan dengan seseorang yang memang berwirausaha dan sudah menjalankannya tidak sebentar (kurun waktu lebih dari 5 tahun) yang sekarang menjadi pendamping setia saya ^_*

Setelah itu lantas semuanya berjalan lancar? Tentu tidak!!!!

Sampai saya menikahpun saya tetap ditawari dan dianjurkan untuk mengikuti tes CPNS dan tes-tes calon pegawai lainnya. Sebenarnya bukan hal yang mudah untuk menolak anjuran mereka, kenapa? Tak bisa dipungkiri tujuan mereka menyekolahkan saya sampai tingkat perguruan tinggi tiada lain supaya saya nantinya bekerja dan berpenghasilan, bukan hanya menjadi ibu rumah tangga yang kerjaannya hanya mengurusi rumah, anak dan mendapatkan penghasilan hanya dari suami.

Wajar… sungguh wajar sejali…

Tapi bagaimana niat sudah kuat dan tekad sudah bulat, saya sudah tak mau bekerja lagi hanya menjadi pegawai yang terikat waktu dan berpenghasilan terbatas hanya 1 bulan sekali

dan yang paling penting dari itu semua, suami tidak menginjinkan untuk saya bekerja diluar rumah. Namanya sudah menikah mah pertama mah harus nurut sama suami, dan bukan tanggung jawab orangtua lagi tapi jadi tanggung jawab suami. So… terus melangkah menjadi wirausaha wati… pengusaha muslimah sukses… pebisnis sejati…

Saya tak akan memperjuangkan yang sedikit, untuk hal yang jauuhhhh lebih besar dan luarrrr biasa…

Sebenarnya berapa sih penghasilan/gaji pegawai negeri atau pegawai kantoran itu? 5 juta… 10 juta… 20 juta…  Besar kah?Tapi di depan kita ada yang akannn menghasilkan jauuuh lebih besar dan luar biasa untuk sekedar penghasilan / uang.  Anak.
Sayang… sayang sekali untuk dilewatkan masa kecilnya, masa keemasaannya yang tentu saja hanya sebentar dan tak kan terulang. Sebenarnya itu alasan kuat saya untuk tidak bekerja saat sekarang ini. Si kecil yang sungguh sangat luar biasa…. Fatih Ahmad Haidar!!!

Sebenarnya saya juga tak tahan, ingin bisa punya penghasilan sendiri tak hanya dari suami, tapi kalo diingat lagi nurani saya berkata saya harus bertahan dengan kondisi ini (dapet uang hanya dari suami), toh penghasilan suami juga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini tak kan bertahan lama… paling tiga tahun.. lima tahun… sepuluh tahun… yang selalu saya ingat kita bisa bekerja seumur hidup kita, tapi anak-anak hanya mempunyai masa kecil hanya sekali dalam rentang waktu hidupnya. Saya tak mau menyia-nyiakannya. Setelaah masa kecilnya terlewati, mereka juga tak butuh kita lagi. Biasanya mereka ingin mandiri, ingin melalukan sendiri kita hanya mengawasi tanpa perlu kita temani terus menerus.

Setelah itukita tetap bisa berkarya kok… berprestasi… dan melalukan banyak hal untuk hidup kita.

One thought on “Mengapa saya memilih ini???

  1. Pingback: Smart Parenting With Love | MamaCerdas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>