Dari sekian banyak artikel yang sudah saya baca, tak ada satu pun artikel yang menyatakan bahwa menonton televisi (tv) untuk anak itu baik. Justru sebaliknya, banyak sekali pengaruh buruk televisi khususnya untuk anak-anak.
Saya bukan orang yang anti banget terhadap tv, sesekali saya masih suka nonton dan anak saya juga. Saya selalu berusaha mendampingi anak ketika menonton tv, membatasi waktu menonton dan tentu saja yang paling penting memilih tayangan yang sesuai untuk anak.
Kasus 1
Ada sebuah keluarga, punya 1 anak. Semenjak anaknya masih bayi sudah dibiasakan menonton tv (menonton vcd “edukatif” untuk anak: baby einstein dan lain-lain, termasuk lagu-lagu untuk anak). Si ibu berpendapat semakin banyak anak menonton, makin bagus untuk perkembangan anaknya, “untuk merangsang kemampuan bahasa/bicara dan menambah kosakata anak” katanya.
Usia si anak semakin bertambah menginjak 1 tahun, 2 tahun… Si anak dimanjakan dengan tv sendiri, disediakan film-film kartun anak, lagu anak, dan lain sebagainya. Dan akhirnya anak berkuasa atas tv tersebut, seharian dari mulai bangun sampai tidur lagi hanya dia yang berkuasa. Terkadang si anak mengeluhkan matanya perih, lelah karena menonton tv dari jarak yang amat sangat dekat.
Ketika anak semakin besar, alamiahnya semakin kritis, semakin bisa ‘melawan’ dan beralasan, semakin ‘susah diatur’ dan bahkan ‘susah untuk dikendalikan’, ayah dan ibunya menginginkan si anak tak terlalu banyak nonton karena khawatir kesehatan mata anak bukan dampak psikologis dari tontonannya. Semudah itu kah?
Akhirnya sang ayah berinisiatif “ya sudahlah kita ganti tv saja, ganti tv lcd saja. Biar pun anak sering nonton tapi mata anak tak rusak. Kita tunggu saja sampai dia mengerti sendiri untuk tak banyak nonton”
Bijakkah solusi seperti itu?
Kasus 2
Ada anak yang sedari kecil diberikan tontonan berbagai kisah hero, misalnya pawer ranger. Ternyata apa yang terjadi, ketika anak bermain dengan teman-temannya?
Mainnya berantem-beramteman muluuuu… Memang sih berantem-beranteman, tapi biasanya nendang, mukulnya beneran.
Kasus 3
Seberapa sering akhir-akhir ini kita mendengar anak-anak (SD) bunuh diri? Rasanya makin sering… Dari mana mereka tahu semua itu? Apa mungkin orang tua megajarkan untuk buhuh diri? Tentu tidak mungkin… secara sadar atau tidak apa yang ditanyangkan ditelevisi masuk ke alam bawah sadarnya, dan ketika ada hal yang tidak mengenakkannya sedikit saja, solusinya bunuh diri seperti yang sudah terekam di bawah sadarnya, sumbernya TV.
Dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya sebagai dampat buruk dari televisi. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari semua itu…
to be continue…
