Mendengar namanya tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Senang sekali, ketika saya tahu bahwa beliau akan bertempat tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal saat ini, di kawasan sejuk Bandung Barat. Wahhh senangnya tetanggaan sama Teh Ninih…
Rasanya kangen sekali ingin ikut pengajian Teh Ninih, setelah sekian lama saya absen dari berbagai pengajian. Dulu, semasa kuliah dan sebelum menikah, saya terhitung rajin ikut pengajian-pengajian terutama pengajian Teh Ninih.
Bagai “pucuk di cinta ulam pun tiba” Teh Ninih seolah mendekat, tak ada alasan lagi bagi saya untuk tidak ikut pengajian. Kelewatan banget deh kalau tetep absen dari pengajian, padahal jaraknya tak lebih dari 100 meter.
Hari ini pertama kalinya saya ikut pengajian di rumah Teh Ninih. Teteh meluangkan waktunya untuk memberi tausiyah kepada Muslimah setiap hari senin pukul 09.00-10.30 WIB dan setelah itu boleh curhat-curhat-an langsung dengan Teteh.
Pengajian saya yang perdana ini ditemani anak-anak, Fatih & Fathan. Memang tidak sepenuhnya bisa fokus pada ceramah karena tetap harus mengawasi Fatih yang mobilitasnya sudaha tinggi
. Tak apalah yang penting saya bisa hadir dulu, biar bisa terbiasa lagi ikut pengajian.
Sesi pertama dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Teh Ninih sekitar 15 menit. Setelah itu tahsin dan mengaji bersama, lalu dilanjutkan tausiyah dari Teh Ninih.
Kesan saya mengenai Teh Ninih, Teteh sama sekali tidak berubah, sama seperti dulu. Teh Ninih yang sederhana, lembut, serta tutur katanya halus dan menentramkan. Gaya ceramahnya yang tenang dan menenangkan membuat nyaman siapapun yang mendengarkan.
Tak terlihat sedikitpun raut kesedihan ataupun kebencian atas semua yang telah dialaminya. Teteh tetap menyemangati kami untuk tetep hormat kepada suami dan tetap mendoakan suami. Subhanallah teteh…
