Workshop Hypnoparenting

Bagi saya bekal mendidik anak tak cukup hanya pengalaman bagaimana saya dulu dididik. Sangat tidak cukup. Ilmu untuk mendidik anak (parenting) bersifat dinamis—berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
Tentu berbeda jamannya orangtua kita dulu, jaman kita dan jamannya anak-anak kita. Tak bisa mendidik anak jaman sekarang disamakan dengan jamannya orang tua mendidik kita. Jaman sudah banyak berubah, semakin banyak tantangan, dan tentu saya anak-anak sekarang semakin pintar. Sebagai orang tua tentu saja kita harus lebih pintar dari anak-anak kita.

Walaupun beberapa seminar dan workshop sebelumnya telah saya ikuti dan beberapa buku parenting sudah saya baca, saya masih belum merasa cukup. Saya merasa masih sangat jauuuh untuk disebut menjadi ibu yang baik. Kasian anak-anak saya kalau saya masih seperti ini. Saya ingin menjadi ibu terbaik untuk anak-anak saya, saya ingin mendidik anak-anak saya jauh lebih baik dari pada saya, saya ingin menghasilkan generasi yang unggul, generasi terbaik… Tentu saya harus terus belajar, meng-update ilmu mendidik anak (parenting) yang baik dan benar.

workshop hypnoparentingAlhamdulillah saya bisa mengikuti workshop hypnoparenting bersama Evariny Andriana CHt, walaupun hanya sehari banyak sekali ilmu yang didapat dan tentunya untuk dipraktekan saat kita mendidik anak.
Menjadi orangtua adalah pembelajar seumur hidup, melatih ketengan dan kesabaran diri. Menjadi orang tua positif adalah  dengan menomor satukan pola pikiran positif dan baik dalam pengasuhan anak dan sistem energi tubuh. Beberapa point penting untuk pola pengasuhan positif anak adalah sebagai berikut:

1.       Anak adalah manusia kecil. Perlakukan anak seperti orang dewasa walaupun ia belum besar, namun banyak hal sebenarnya ia telah mengerti dan dapat diperlakukan sama seperti orang dewasa

2.       Kenali anak dengan baik, terutama apa tipe belajarnya. Sejak otak janin terbentuk dalam kandungan, saat itu telah ditentukan apa tipe belajarnya. Apakah ia masuk dalam kategori visual, auditori dan kinestetik. Ketiga faktor ini selalu terdapat dalam tiap manusia, namun dengan persentase yang berbeda-beda. Tidak ada faktor mana yang lebih buruk antara satu dan lainnya.

3.       Banyak orang mengatakan bahwa ucapan orangtua adalah doa. Terutama bagi anak-anak berumur 0-6 tahun karena gelombang orak mereka masih banyak berapda pada gelombang alpha, yang berarti apapaun yang didengat anak dalam rentang umur tersebut adalah sugesti. Umur 6-12 tahun memiliki gelombanga alpha yang lebih sedikit  dibandingkan umur 0-6 tahun. Hingga 17 tahun, gelombang otak manusia masih banyak didominasi dengan rekaman atau sugesti bawah sadar. Karena itu ingatlah untuk menggunakan kata-kata yang positif, afirmasi efektif  (hindari penggunaan kata tidak-jangan-bukan dan ingat bahwa pengulangan membuat rekaman lebih mudah terekam)

4.       Hindari timbulnya konflik diri pada anak, terutama dalam ucapan-ucapan kita. Anak di bawah 6 tahun masih memiliki pemikiran yang polos, sehingga terkadang ia tidak akan banyak memproses kalimat-kalimat yang diucapkan orang disekelilingnya, terutama orangtuanya. Oleh karena itu, hindarilah menimbulkan pertanyaan pada anak, sehingga akhirnya ia lebih mudah menemukan jati dirinya saat menginjak umur belasan tahun.

 

5.       Menjadi Role Model bagi anak kita. Berilah contoh yang baik karena anak akan meniru apapun yang ia lihat. Penelitian telah menunjukkan bahwa genetik hanya mempengaruhi diri seseorang sebesar 10-15% saja. Sisanya adalah pengaruh lingkungan.

6.       Hindari High eXpectation atau menaruh harpan yang terlalu tinggi bai anak kita, karena walau baggaimana pun, anak itu adalah titipan tuhan dan kita harus dapat menjadi orang tua yang baik dan menjadi pegangan hidupnya.

7.       Sebagai orang tua, tentunya kita memiliki banyak aturan dengan harapan bahwa anak akan lebih disiplin dan mengerti adanya sebuah tatanan dalam kehidupan. Ada kalanya kita juga memberikan ‘hukuman’ pada anak. Namun sebaiknya kita menggunakan hal-hal semacam ini sebagai konsekwensi dan reward, tetapk konsisten terhadap apa yang kita katakan

8.       Marah bukan berari tidak boleh. Sebagai orang tua, tentunya kita memiliki waktu dimana sudak tidak ada pilihan dan terpaksa harus menunjukkan amarah pada anak. Namun yakinlah bahwa marah kita memenuhi syarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>